Berbekal pengetahuan tentang Islam yang tipis, tak sedikit kalangan yang dengan lancangnya menghakimi agama ini, untuk kemudian menelorkan kesimpulan-kesimpulan tak berdasar yang menyudutkan Islam. Salah satunya, Islam dianggap merendahkan wanita atau dalam ungkapan sekarang ‘bias jender’. Benarkah?
Sudah kita maklumi keberadaan wanita dalam Islam demikian dimuliakan, terlalu banyak bukti yang menunjukkan kenyataan ini. Sampai-sampai ada satu surah dalam Al-Qur`anul Karim dinamakan surah An-Nisa`, artinya wanita-wanita, karena hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita lebih banyak disebutkan dalam surah ini daripada dalam surah yang lain. (Mahasinut Ta`wil, 3/6)
Untuk lebih jelasnya kita lihat beberapa ayat dalam surah An-Nisa` yang berbicara tentang wanita.
1. Wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.
Surah An-Nisa` dibuka dengan ayat:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً
“Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari jiwa yang satu dan dari jiwa yang satu itu Dia menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Dia memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An-Nisa`: 1)
Ayat ini merupakan bagian dari khutbatul hajah yang dijadikan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai pembuka khutbah-khutbah beliau. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa dari jiwa yang satu, Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan pasangannya. Qatadah dan Mujahid rahimahumallah mengatakan bahwa yang dimaksud jiwa yang satu adalah Nabi Adam 'alaihissalam. Sedangkan pasangannya adalah Hawa. Qatadah mengatakan Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. (Tafsir Ath-Thabari, 3/565, 566)
Dalam hadits shahih disebutkan:
إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada dalil dari ucapan fuqaha atau sebagian mereka bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menerangkan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk. Hadits ini menunjukkan keharusan berlaku lembut kepada wanita, bersikap baik terhadap mereka, bersabar atas kebengkokan akhlak dan lemahnya akal mereka. Di samping juga menunjukkan dibencinya mentalak mereka tanpa sebab dan juga tidak bisa seseorang berambisi agar si wanita terus lurus. Wallahu a’lam.”(Al-Minhaj, 9/299)
2. Dijaganya hak perempuan yatim.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاَثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلاَّ تَعُولُوا
“Dan jika kalian khawatir tidak akan dapat berlaku adil terhadap hak-hak perempuan yatim (bilamana kalian menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita lain yang kalian senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki. Yang demikian itu lebih dekat untuk kalian tidak berlaku aniaya.” (An-Nisa`: 3)
Urwah bin Az-Zubair pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى maka Aisyah radhiyallahu 'anha menjawab, “Wahai anak saudariku1. Perempuan yatim tersebut berada dalam asuhan walinya yang turut berserikat dalam harta walinya, dan si wali ini ternyata tertarik dengan kecantikan si yatim berikut hartanya. Maka si wali ingin menikahinya tanpa berlaku adil dalam pemberian maharnya sebagaimana mahar yang diberikannya kepada wanita lain yang ingin dinikahinya. Para wali pun dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim terkecuali bila mereka mau berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim serta memberinya mahar yang sesuai dengan yang biasa diberikan kepada wanita lain. Para wali kemudian diperintah untuk menikahi wanita-wanita lain yang mereka senangi.” Urwah berkata, “Aisyah menyatakan, ‘Setelah turunnya ayat ini, orang-orang meminta fatwa kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tentang perkara wanita, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat:
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ
“Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita.” (An-Nisa`: 127)
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, “Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam ayat yang lain:
وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
“Sementara kalian ingin menikahi mereka (perempuan yatim).” (An-Nisa`: 127)
Salah seorang dari kalian (yang menjadi wali/pengasuh perempuan yatim) tidak suka menikahi perempuan yatim tersebut karena si perempuan tidak cantik dan hartanya sedikit. Maka mereka (para wali) dilarang menikahi perempuan-perempuan yatim yang mereka sukai harta dan kecantikannya kecuali bila mereka mau berbuat adil (dalam masalah mahar, pent.). Karena keadaan jadi terbalik bila si yatim sedikit hartanya dan tidak cantik, walinya enggan/tidak ingin menikahinya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 4574 dan Muslim no. 7444)
Masih dalam hadits Aisyah radhiyallahu 'anha tentang firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ وَمَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ فِي يَتَامَى النِّسَاءِ اللاَّتِي لاَ تُؤْتُونَهُنَّ مَا كُتِبَ لَهُنَّ وَتَرْغَبُونَ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ
Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepada kalian tentang mereka dan apa yang dibacakan kepada kalian dalam Al-Qur`an tentang para wanita yatim yang kalian tidak memberi mereka apa yang ditetapkan untuk mereka sementara kalian ingin menikahi mereka.” (An-Nisa`: 127)
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
أُنْزِلَتْ فِي الْيَتِيْمَةِ، تَكُوْنُ عِنْدَ الرَّجُلِ فَتَشْرِكُهُ فِي مَالِهِ، فَيَرْغَبُ عَنْهَا أَنْ يَتَزَوَّجَهَا وَيَكْرَهُ أَنْ يُزَوِّجَهَا غَيْرَهُ، فَيَشْرَكُهُ فِي ماَلِهِ، فَيَعْضِلُهَا، فَلاَ يَتَزَوَّجُهَا وَيُزَوِّجُهَا غَيْرَهُ.
“Ayat ini turun tentang perempuan yatim yang berada dalam perwalian seorang lelaki, di mana si yatim turut berserikat dalam harta walinya. Si wali ini tidak suka menikahi si yatim dan juga tidak suka menikahkannya dengan lelaki yang lain, hingga suami si yatim kelak ikut berserikat dalam hartanya. Pada akhirnya, si wali menahan si yatim untuk menikah, ia tidak mau menikahinya dan enggan pula menikahkannya dengan lelaki selainnya.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5131 dan Muslim no. 7447)
3. Cukup menikahi seorang wanita saja bila khawatir tidak dapat berlaku adil secara lahiriah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَإِنْ خِفْتُمْ أَلاَّ تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ
“Kemudian jika kalian khawatir tidak dapat berlaku adil maka nikahilah seorang wanita saja atau budak-budak perempuan yang kalian miliki.” (An-Nisa`: 3)
Yang dimaksud dengan adil di sini adalah dalam perkara lahiriah seperti adil dalam pemberian nafkah, tempat tinggal, dan giliran. Adapun dalam perkara batin seperti rasa cinta dan kecenderungan hati tidaklah dituntut untuk adil, karena hal ini di luar kesanggupan seorang hamba. Dalam Al-Qur`anul Karim dinyatakan:
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ
“Dan kalian sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian, walaupun kalian sangat ingin berbuat demikian. Karena itu janganlah kalian terlalu cenderung kepada istri yang kalian cintai sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” (An-Nisa`: 129)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan ketika menafsirkan ayat di atas, “Maksudnya, kalian wahai manusia, tidak akan mampu berlaku sama di antara istri-istri kalian dari segala sisi. Karena walaupun bisa terjadi pembagian giliran malam per malam, namun mesti ada perbedaan dalam hal cinta, syahwat, dan jima’. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma, ‘Abidah As-Salmani, Mujahid, Al-Hasan Al-Bashri, dan Adh-Dhahhak bin Muzahim rahimahumullah.”
Setelah menyebutkan sejumlah kalimat, Ibnu Katsir rahimahullah melanjutkan pada tafsir ayat: فَلاَ تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ maksudnya apabila kalian cenderung kepada salah seorang dari istri kalian, janganlah kalian berlebih-lebihan dengan cenderung secara total padanya, فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ “sehingga kalian biarkan yang lain telantar.” Maksudnya istri yang lain menjadi terkatung-katung. Kata Ibnu ‘Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Al-Hasan, Adh Dhahhak, Ar-Rabi` bin Anas, As-Suddi, dan Muqatil bin Hayyan, “Makna كَالْمُعَلَّقَةِ, seperti tidak punya suami dan tidak pula ditalak.” (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 2/317)
Bila seorang lelaki khawatir tidak dapat berlaku adil dalam berpoligami, maka dituntunkan kepadanya untuk hanya menikahi satu wanita. Dan ini termasuk pemuliaan pada wanita di mana pemenuhan haknya dan keadilan suami terhadapnya diperhatikan oleh Islam.
4. Hak memperoleh mahar dalam pernikahan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَءَاتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا
“Berikanlah mahar kepada wanita-wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kalian sebagian dari mahar tersebut dengan senang hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya.” (An-Nisa`: 4)
5. Wanita diberikan bagian dari harta warisan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَاْلأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا
“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian dari harta peninggalan ayah-ibu dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan.” (An-Nisa`: 7)
Sementara di zaman jahiliah, yang mendapatkan warisan hanya lelaki, sementara wanita tidak mendapatkan bagian. Malah wanita teranggap bagian dari barang yang diwarisi, sebagaimana dalam ayat:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi wanita dengan jalan paksa.” (An-Nisa`: 19)
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma menyebutkan, “Dulunya bila seorang lelaki di kalangan mereka meninggal, maka para ahli warisnya berhak mewarisi istrinya. Jika sebagian ahli waris itu mau, ia nikahi wanita tersebut dan kalau mereka mau, mereka nikahkan dengan lelaki lain. Kalau mau juga, mereka tidak menikahkannya dengan siapa pun dan mereka lebih berhak terhadap si wanita daripada keluarga wanita itu sendiri. Maka turunlah ayat ini dalam permasalahan tersebut.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya no. 4579)
Maksud dari ayat ini, kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, adalah untuk menghilangkan apa yang dulunya biasa dilakukan orang-orang jahiliah dari mereka dan agar wanita tidak dijadikan seperti harta yang diwariskan sebagaimana diwarisinya harta benda. (Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an, 5/63)
Bila ada yang mempermasalahkan, kenapa wanita hanya mendapatkan separuh dari bagian laki-laki seperti tersebut dalam ayat:
يُوصِيكُمُ اللهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ اْلأُنْثَيَيْنِ
“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang pembagian warisan untuk anak-anak kalian, yaitu bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan….” (An-Nisa`: 11)
Maka dijawab, inilah keadilan yang sesungguhnya. Laki-laki mendapatkan bagian yang lebih besar daripada wanita karena laki-laki butuh bekal yang lebih guna memberikan nafkah kepada orang yang di bawah tanggungannya. Laki-laki banyak mendapatkan beban. Ia yang memberikan mahar dalam pernikahan dan ia yang harus mencari penghidupan/penghasilan, sehingga pantas sekali bila ia mendapatkan dua kali lipat daripada bagian wanita. (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/160)
6. Suami diperintah untuk berlaku baik pada istrinya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut.” (An-Nisa`: 19)
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat di atas menyatakan: “Yakni perindah ucapan kalian terhadap mereka (para istri) dan perbagus perbuatan serta penampilan kalian sesuai kemampuan. Sebagaimana engkau menyukai bila ia (istri) berbuat demikian, maka engkau (semestinya) juga berbuat yang sama. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hal ini:
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (Al-Baqarah: 228)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sendiri telah bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian terhadap keluarga (istri)ku.”2 (Tafsir Al-Qur`anil ‘Azhim, 2/173)
7. Suami tidak boleh membenci istrinya dan tetap harus berlaku baik terhadap istrinya walaupun dalam keadaan tidak menyukainya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An-Nisa`: 19)
Dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an (5/65), Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ (“Kemudian bila kalian tidak menyukai mereka”), dikarenakan parasnya yang buruk atau perangainya yang jelek, bukan karena si istri berbuat keji dan nusyuz, maka disenangi (dianjurkan) (bagi si suami) untuk bersabar menanggung kekurangan tersebut. Mudah-mudahan hal itu mendatangkan rizki berupa anak-anak yang shalih yang diperoleh dari istri tersebut.”
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni mudah-mudahan kesabaran kalian dengan tetap menahan mereka (para istri dalam ikatan pernikahan), sementara kalian tidak menyukai mereka, akan menjadi kebaikan yang banyak bagi kalian di dunia dan di akhirat. Sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma tentang ayat ini: ‘Si suami mengasihani (menaruh iba) istri (yang tidak disukainya) hingga Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan rizki kepadanya berupa anak dari istri tersebut dan pada anak itu ada kebaikan yang banyak’.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.” (HR. Muslim no. 1469)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Hadits ini menunjukkan larangan (untuk membenci), yakni sepantasnya seorang suami tidak membenci istrinya. Karena bila ia menemukan pada istrinya satu perangai yang tidak ia sukai, namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya pada si istri. Misalnya istrinya tidak baik perilakunya, tetapi ia seorang yang beragama, atau berparas cantik, atau menjaga kehormatan diri, atau bersikap lemah lembut dan halus padanya, atau yang semisalnya.” (Al-Minhaj, 10/58)
8. Bila seorang suami bercerai dengan istrinya, ia tidak boleh meminta kembali mahar yang pernah diberikannya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَءَاتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلاَ تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا. وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
“Dan jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain sedang kalian telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (An-Nisa`: 20-21)
9. Termasuk pemuliaan terhadap wanita adalah diharamkan bagi mahram si wanita karena nasab ataupun karena penyusuan untuk menikahinya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاَتُكُمْ وَبَنَاتُ اْلأَخِ وَبَنَاتُ اْلأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاَّتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاَّتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاَّتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلاَئِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلاَبِكُمْ
“Diharamkan atas kalian menikahi ibu-ibu kalian, putri-putri kalian, saudara-saudara perempuan kalian, ‘ammah kalian (bibi/ saudara perempuan ayah), khalah kalian (bibi/ saudara perempuan ibu), putri-putri dari saudara laki-laki kalian (keponakan perempuan), putri-putri dari saudara perempuan kalian, ibu-ibu susu kalian, saudara-saudara perempuan kalian sepersusuan, ibu mertua kalian, putri-putri dari istri kalian yang berada dalam pemeliharaan kalian dari istri yang telah kalian campuri. Tetapi jika kalian belum mencampuri istri tersebut (dan sudah berpisah dengan kalian) maka tidak berdosa kalian menikahi putrinya. Diharamkan pula bagi kalian menikahi istri-istri anak kandung kalian (menantu)…” (An-Nisa`: 23)
Diharamkannya wanita-wanita yang disebutkan dalam ayat di atas untuk dinikahi oleh lelaki yang merupakan mahramnya, tentu memiliki hikmah yang agung, tujuan yang tinggi yang sesuai dengan fithrah insaniah. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Asy-Syaikh Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)
Di akhir ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ اْلأُخْتَيْنِ إِلاَّ مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
“(Diharamkan atas kalian) menghimpunkan dalam pernikahan dua wanita yang bersaudara, kecuali apa yang telah terjadi di masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa`: 23)
Ayat di atas menetapkan bahwa seorang lelaki tidak boleh mengumpulkan dua wanita yang bersaudara dalam ikatan pernikahan karena hal ini jelas akan mengakibatkan permusuhan dan pecahnya hubungan di antara keduanya. (Takrimul Mar`ah fil Islam, Muhammad Jamil Zainu, hal. 16)
Demikian beberapa ayat dalam surah An-Nisa` yang menyinggung tentang wanita. Apa yang kami sebutkan di atas bukanlah membatasi, namun karena tidak cukupnya ruang, sementara hanya demikian yang dapat kami persembahkan untuk pembaca yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta'ala-lah yang memberi taufik.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
1 Karena ibu ‘Urwah, Asma` bintu Abi Bakr radhiyallahu 'anhuma adalah saudara perempuan Aisyah radhiyallahu 'anha.
2 HR. At-Tirmidzi, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.
Assalammu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh..
Selamat datang di blog miRanita....salam kenal yah...
Blog ini saya buat hanya untuk mengisi kekosongan waktu saya dengan sedikit menorehkan kata-kata yang di entri oleh jari jemari saya melalui mylepi yang selalu setia kalau saya lagi bingung mo ngapain...
Yang mo baca-baca monggo mawon...dan kalo bisa tinggalkan jejak yah..dengan menulis komentar...
selamat membaca...semoga bermanfaat...
Selamat datang di blog miRanita....salam kenal yah...
Blog ini saya buat hanya untuk mengisi kekosongan waktu saya dengan sedikit menorehkan kata-kata yang di entri oleh jari jemari saya melalui mylepi yang selalu setia kalau saya lagi bingung mo ngapain...
Yang mo baca-baca monggo mawon...dan kalo bisa tinggalkan jejak yah..dengan menulis komentar...
selamat membaca...semoga bermanfaat...
Kamis, 30 Mei 2013
Aku Memilih Setia By Fatin
“Ada banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
cintaku telah dimiliki
inilah akhirnya harus ku akhiri
sebelum cintamu semakin dalam
maafkan diriku memilih setia
walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
walau ku sadar tulusnya rasa cintamu
takkan mungkin untuk membagi cinta tulusku
dan aku memilih setia
inilah akhirnya harus ku akhiri
sebelum cintamu semakin dalam
maafkan diriku memilih setia
walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya
Seribu kali logika untuk menolak
tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
bila saja diriku ini masih sendiri
pasti ku kan memilih … kan memilih kamu
inilah akhirnya harus ku akhiri
sebelum cintamu semakin dalam
maafkan diriku memilih setia
walaupun kutahu cintamu lebih besar darinya”
Mengenali Benjolan Pada Payudara
Menurut Prof. Dr. Zubairi Djoerban, KHOM., Professor of Internal Medicine, di Divisi Hematology Medical Oncology di Universitas Indonesia, di berbagai negara, termasuk di Indonesia, kecenderungan seorang wanita untuk mendapati benjolan pada payudaranya cukup sering. Dan gejalanya juga beragam, bisa tidak terasa apapun hingga rasa nyeri yang menusuk-nusuk. Jadi apa sebenarnya benjolan pada payudara?
Prof. Zubairi menjelaskan bahwa benjolan pada payudara bisa dibagi dua: kanker dan bukan kanker. Benjolan yang bukan kanker itu sendiri terbagi lagi menjadi tumor dan bukan tumor. Tumor itu sendiri masih terbagi lagi:
Kista sederhana adalah kantung berisi cairan yang dapat membesar dan nyeri (umumnya sebelum menstruasi) dan sering terjadi pada wanita usia produktif yang masih mengalami menstruasi.
Fibrokistik payudara bisa terjadi karena pertumbuhan berlebihan jaringan ikat payudara yang dapat teraba sebagai benjolan. Selain pada jaringan ikat, juga bisa terbentuk banyak kantung cairan (kista) yang umumnya bersifat jinak.
Fibroadenoma mamma merupakan tumor jinak payudara yang teraba sebagai benjolan licin yang kenyal seperti karet dan mudah digerakkan, umum dijumpai pada wanita yang belum mengalami menopause.
Papiloma adalah tumor jinak kecil yang tumbuh di saluran kelenjar susu. Jika seseorang menderita papiloma, payudara dapat mengeluarkan cairan bening kemerahan dikarenakan bercampur darah.
Dalam ilmu kedokteran, yang dimaksud dengan tumor adalah semua penumbuhan jaringan yang berlebihan dan membentuk penumpukan massa pada bagian tubuh manapun, bisa jinak maupun ganas. Tumor ganas disebut kanker. Sedangkan kista adalah tumor yang berupa kantung berisi cairan. Jadi kista bisa disebut sebagai tumor jinak. “Pada sebagian besar kasus kista payudara, tidak cenderung menjadi kanker. Tapi Anda memang harus sering melakukan periksa payudara sendiri secara berkala dan kontrol ke dokter setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali,” kata Zubairi.
Perlukah operasi pengangkatan kista?
Kista yang terasa amat nyeri atau membesar dengan cepat memang biasanya akan disarankan untuk dioperasi agar rasa sakitnya hilang. Namun, tidak menjamin kista tidak akan tumbuh kembali. Jika Anda masih mengalami siklus menstruasi, maka fluktuasi hormon juga akan terus terjadi, yang bisa membuat pembuluh payudara membesar dan membentuk kista. Itu sebabnya dalam kasus Fili maupun Indah, keduanya kembali menemukan kista meski sebelumnya sudah dinyatakan bersih dari kista setelah dioperasi. Meski demikian, tidak semua kista pada payudara harus dioperasi. Prof. Zubairi mengatakan bahwa langkah pertama penanganan kista adalah dengan melakukan evaluasi. “Bisa dengan melakukan USG atau dengan aspirasi jarum halus, atau dengan mammografi,” paparnya. USG atau Ultrasonografi serta aspirasi (mengosongkan cairan yang ada di dalam kista dengan jarum halus) diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Prosedur operasi hanya akan dilakukan ketika diketahui bahwa cairan yang ada di dalam kista berisi darah, atau jika kista bertambah banyak dalam jangka waktu tidak terlalu lama, dan jika setelah dilakukan aspirasi, kista tidak juga menghilang.
Merawat Payudara
Periksa payudara sendiri (atau sering disingkat menjadi jargon “SADARI”) sangat penting untuk mendeteksi dini adanya abnormalitas pada payudara Anda. Idealnya, pemeriksaan dilakukan sekitar satu minggu setelah Anda menstruasi. Perubahan fibrokistis payudara umumnya akan terasa tidak beraturan bentuk dan bisa bergerak ketika ditekan, Anda juga mungkin menemukan lebih dari satu benjolan. Sementara benjolan tumor ganas umumnya terasa keras, padat, dan tidak bergerak jika Anda tekan. Segera periksakan ke dokter jika Anda menemukan ada benjolan yang terlihat aneh.
Meski perubahan fibrokistis payudara adalah hal normal yang umumnya bisa hilang sendiri tanpa pengobatan, Anda bisa mengurangi rasa nyeri yang timbul melalui berbagai hal dibawah, tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter:
Bicarakan dengan dokter mengenai kemungkinan memakai pil KB untuk mengatur kadar hormon pada tubuh Anda.
Kurangi konsumsi kafein yang ada pada kopi, minuman soda, teh jenis tertentu, dan coklat.
Mengonsumsi vitamin E juga bisa membantu mengurangi masalah kista jamak. Meski demikian, Prof. Zubairi mengingatkan Anda untuk tidak mengonsumsi vitamin E terlalu banyak. Dosis yang dianjurkan tidak lebih dari 600mg per hari.
Gunakan bra yang tepat, atau pakai sport bra yang bisa menyangga payudara Anda dengan baik. Menjelang tidur, pilih bra yang nyaman dipakai.
Kompres air hangat pada payudara bisa membantu mengatasi nyeri payudara.
Jika Anda baru saja melahirkan, menyusui ASI adalah cara terbaik mengosongkan payudara sehingga mencegah penyumbatan pembuluh payudara.
Info ini saya copas, tapi lupa dari mana)
Kekayaan, Kesuksesan dan Kasih Sayang
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut".
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"
Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar".
"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan.
"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si KEKAYAAN masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si KESUKSESAN saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si KASIH-SAYANG yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si KASIH-SAYANG ini ke dalam. Dan malam ini, si KASIH-SAYANG menjadi teman santap malam kita."
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."
Si KASIH-SAYANG bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si KEKAYAAN dan si KESUKSESAN. "Aku hanya mengundang si KASIH-SAYANG yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu berdua ikut juga?"
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si KEKAYAAN, atau si KESUKSESAN, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si KASIH-SAYANG, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si KASIH-SAYANG yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."
Rabu, 11 Januari 2012
12012012
Bismillah...
Semoga d hari ini Allah berikan keberkahan...
Semoga disisa hidup ini Allah senantiasa memberikan keberkahan...memberikan kebahagiaan dunia dan akherat...
Semoga Allah memberikan kemudahan atas segala urusan dunia dan akherat...
Semoga Allah memberikan kenikmatan Iman,Islam dan Ihsan..
Semoga hamba dapat lebih bermanfaat untuk diri hamba...untuk suami tercinta...untuk orang tua...untuk saudara dan untuk umat...(insya allah)
Ya Allah tiada pelindung selain Engkau...
tiada penolong selain Engkau y Allah...
Engkau Maha Mengetahui Y Allah...
Semoga Engkau mengabulkan harapan hambamu ini Y Allah....
Amin....
Semoga d hari ini Allah berikan keberkahan...
Semoga disisa hidup ini Allah senantiasa memberikan keberkahan...memberikan kebahagiaan dunia dan akherat...
Semoga Allah memberikan kemudahan atas segala urusan dunia dan akherat...
Semoga Allah memberikan kenikmatan Iman,Islam dan Ihsan..
Semoga hamba dapat lebih bermanfaat untuk diri hamba...untuk suami tercinta...untuk orang tua...untuk saudara dan untuk umat...(insya allah)
Ya Allah tiada pelindung selain Engkau...
tiada penolong selain Engkau y Allah...
Engkau Maha Mengetahui Y Allah...
Semoga Engkau mengabulkan harapan hambamu ini Y Allah....
Amin....
Kamis, 05 Januari 2012
Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Mengawali di tahun yang baru 2012...
banyak harapan yang ingin di capai..
pastinya...
Dan setiap insan pasti tidak lepas dari berharap kepada Sang Khalik...
Agar apa yang menjadi harapan dan doanya dapat terkabul...
Ya...Allah...
Hanya Kepada-Mu hamba memohon..
Dan hanya Kepada-Mu hamba mohon perlindungan dan pertolongan ...
Hanya Engkau yang mengetahui hati..hati..ini...ya Allah...
Semoga Engkau berikan hamba kemudahan atas segala urusan di dunia maupun di akhirat..
Semoga hamba dapat selalu menjaga habblum minannass wa habblum minallah..
Semoga Engkau berikan Nikmat Iman,Islam,kesehatan kepada hamba...
Semoga Engkau mudahkan hamba dalam mencari rizki...(Semoga Allah Memberikan kecukupan)...
dan semoga ...("Hanya Allah yang tahu")...
Amin...
banyak harapan yang ingin di capai..
pastinya...
Dan setiap insan pasti tidak lepas dari berharap kepada Sang Khalik...
Agar apa yang menjadi harapan dan doanya dapat terkabul...
Ya...Allah...
Hanya Kepada-Mu hamba memohon..
Dan hanya Kepada-Mu hamba mohon perlindungan dan pertolongan ...
Hanya Engkau yang mengetahui hati..hati..ini...ya Allah...
Semoga Engkau berikan hamba kemudahan atas segala urusan di dunia maupun di akhirat..
Semoga hamba dapat selalu menjaga habblum minannass wa habblum minallah..
Semoga Engkau berikan Nikmat Iman,Islam,kesehatan kepada hamba...
Semoga Engkau mudahkan hamba dalam mencari rizki...(Semoga Allah Memberikan kecukupan)...
dan semoga ...("Hanya Allah yang tahu")...
Amin...
Senin, 05 Desember 2011
BEKAM ( AL HIJAMAH )
Perkataan "Al Hijamah" berasal dari istilah Bahasa Arab yang
berarti "pelepasan darah kotor" dan bukan "Al Fashd" (pembuang
darah). atau dalam bahasa Inggris disebut dengan "Cupping". dan
dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah "Bekam". Di Indonesia kita
kenal denan istilah Kop atau Cantuk.
Bekam merupakan suatu teknik pengobatan Sunnah Rasulullah Saw yang
telah lama dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu kala, kini
pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah - kaidah ilmiah,
dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif sera tanpa
efek samping.
Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang darah kotor
(toksid-racun yang berbahaya dari dalam tubuh, melalui permukaan
kulit. Toksid / toksin adalah endapan racun / zat kimia yang tidak
dapat diuraikan oleh tubuh kita. Toksin ini berada pada hampir setiap
orang. Toksin - toksin ini berasal dari pencemaran udara, maupun dari
makanan yang banyak mengandung zat pewarna, zat pengembang, penyedap
rasa, pemanis, pestisida sayuran dll.
Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh manusia, karena itu
banyak toksid / racun berkumpul disana. Dengan berbekam dapat
membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah
satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksid / racun) yang sangat
berkesan / mujarab serta tiada efek samping. Berbekam sangat berkesan
untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi
tubuh / badan serta memberi seribu harapan pada penderita untuk terus
berikhtiar mendapat kesembuhan.
Berbekam dapat menghilangkan rasa sakit pada bahu dan tenggorokan
jika dilakukan pada bagian kuduk. Juga dapat menghilangkan sakit pada
bagian kepala serperti muka, gigi, telinga dan hidung jika penyakit
itu disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pada darah atau rusaknya
jaringan darah. Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya "Gharibul
Hadits"melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila :
"Bahwasanya Rasulullah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan
tanduk ketika disihir orang"
Berbekam juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan
makanan, bisa dan sejenisnya. lebih-lebih jika negeri itu adalah
negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu
mengalir keseluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat,
racun sudah menjalar kejantung,maka yang keracunan itu tidak dapat
tertolong lagi. Nabi Muhammad Saw memilih berbekam pada kuduk
(tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung,
walaupun materi racun itu tidak keluar keseluruhannya.Namun hal itu
sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.
Melakukan bekam dibawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit
pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta
membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Berbekam pada belakang
tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection
sephena, yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutil-kutil
(borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Dapat
menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-
gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki). Berbekam dibawah dada
diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, dan panu
yang ada di paha. Kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit
bawasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau
elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.
Sejak zaman mesir kuno lagi kaedah berbekam menjadi amalan bagi
penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan (epilepsy), angin ahmal
(stroke), hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan
letih atau lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan lagi karena
berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang
yang mengamalkan bekam. Nabi Muhammad Saw merupakan insan yang
pertama dibekam para malaikat dengan perintah Allah Swt sebelum Isra
dan Mi'raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi
Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam isra mi'raj bersama para malaikat,
Mereka selalu berkata "Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam".
Jenis Bekam.
Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap
permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan
darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara
darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung
karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kengerian
punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan
jarum dan takut melihat darah. Kulit yang di-bekam akan tampak merah
kehitam-hitaman selama 3 hari. Dan Insya Allah sangat baik diolesi
minyak Habbassauda dari HABBAT untuk menghilangkan tanda lebam pada
kulit yang selesai di-bekam. . :.
Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam
kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam
(lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand
pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap
hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah
kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor
berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit
yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak
Habbatussauda dari HABBAT. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit
yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam
pada tempat yang sama adalah 3 minggu .
Waktu Bekam.
WAKTU PALING BAIK UNTUK BERBEKAM Sebaiknya berbekam dilakukan pada
pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang
(darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan
bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan
pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas,
kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad). . :.
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga
kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk
pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat
dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa
saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah
SAW : "Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa
mematikan." .. .
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam
keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu
terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk
tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya. . .
Alat Bekam.
Ketika Rasulullah SAW melakukan bekam, beliau menggunakan kaca yang
berupa cawan atau mangkuk. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa
teknik bekam dan peralatannya sudah ada dan dipraktekkan sendiri oleh
Rasulullah. . :.
Pada zaman China kuno, bekam disebut sebagai "pengobatan tanduk"
karena tanduk menggantikan kaca. Pada abad ke-18, orang-orang di
Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam . .
Kini peralatan yang digunakan sebanding dengan perubahan zaman, dan
teknologi tinggilah yang diakui dan digunakan dalam pengobatan
berbekam oleh para dokter di rumah sakit. . . .
Peralatan bekam yang digunakan oleh team Bekam: Penghisap (hand
pump). Mangkuk (cupping set). Pena Jarum (lancet device). Silet
Antiseptik (bahan sterilisasi seperti alkohol). Sarung tangan
kesehatan (rubber gloves).
Larangan Berbekam.
Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya. Penderita tekanan
darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). Penderita sakit
kudis. Penderita diabetes mellitus . Perut wanita yang sedang hamil.
Wanita yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer
darah. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. Orang
yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup. :.
Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam : Mata, telinga,
hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang
banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian
tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka .
Manfaat Bekam.
Titik bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ
dan syaraf bila di-bekam pada tempat gangguan, terutama karena
gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya. Titik-
titik bekam yang disukai Rasulullah SAW, yaitu :.
Bekam atas dua urat leher : Mencegah sakit kepala. Mencegah sakit di
wajah. Mencegah sakit gigi. Mencegah sakit telinga. Mencegah sakit
hidung. Mencegah sakit kerongkongan. .
Bekam pada tengkuk / kuduk : Mencegah tekanan darah pada tengkuk.
Mengatasi rabun. Mengatasi benjolan di mata. Mengatasi rasa berat
pada alis dan kelopak mata. Mengatasi penyakit mata lainnya.
Mengobati lepra. Mengobati berbagai macam penyakit. Diriwayatkan oleh
Bukhori dan Muslim bahwa : "Rasulullah SAW pernah menggunakan hijamah
(bekam) atas tiga bagian tubuh, bagian atas tulang belakang dan atas
dua urat leher." . .
Bekam pada pelipis : Mengobati sakit kepala. Mengobati sakit di
wajah. Mengobati sakit telinga. Mengobati sakit hidung. Mengobati
sakit kerongkongan. Bekam pada pundak : Mengobati penyakit di pundak.
Mengobati sakit di leher. Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan
Muslim dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan
bekam sebanyak 3 kali pada 2 pelipis dan pundaknya. Bekam di atas
pinggul : Menghilangkan pegal-pegal. Menghilangkan kelelahan. Dalam
Sunan Abu Dawud disebutkan dari hadist Jabir bahwa Rasulullah SAW
pernah melakukan bekam di bagian atas pinggulnya karena sakit pegal-
pegal yang dideritanya. Bagian lain tubuh boleh di-bekam sesuai
tempat sakitnya selama bukan area yang dilarang di-bekam. Haruskah
sebulan sekali kita di-bekam ? Jika kita ingin terbebas dari gangguan
penyakit yang diakibatkan darah kotor atau sebagai tindakan penjagaan
dan kewaspadaan kita terhadap penyakit, maka sangat baik bekam
dilakukan sebulan sekali. Dan agar tubuh kita lebih sehat lagi, maka
lebih baik setiap hari kita minum Habbatussauda dan Madu . .
berarti "pelepasan darah kotor" dan bukan "Al Fashd" (pembuang
darah). atau dalam bahasa Inggris disebut dengan "Cupping". dan
dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah "Bekam". Di Indonesia kita
kenal denan istilah Kop atau Cantuk.
Bekam merupakan suatu teknik pengobatan Sunnah Rasulullah Saw yang
telah lama dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu kala, kini
pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah - kaidah ilmiah,
dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif sera tanpa
efek samping.
Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang darah kotor
(toksid-racun yang berbahaya dari dalam tubuh, melalui permukaan
kulit. Toksid / toksin adalah endapan racun / zat kimia yang tidak
dapat diuraikan oleh tubuh kita. Toksin ini berada pada hampir setiap
orang. Toksin - toksin ini berasal dari pencemaran udara, maupun dari
makanan yang banyak mengandung zat pewarna, zat pengembang, penyedap
rasa, pemanis, pestisida sayuran dll.
Kulit adalah organ yang terbesar dalam tubuh manusia, karena itu
banyak toksid / racun berkumpul disana. Dengan berbekam dapat
membersihkan darah yang mengalir dalam tubuh manusia. Inilah salah
satu DETOKSIFIKASI (proses pengeluaran toksid / racun) yang sangat
berkesan / mujarab serta tiada efek samping. Berbekam sangat berkesan
untuk melegakan atau menghapuskan kesakitan, memulihkan fungsi
tubuh / badan serta memberi seribu harapan pada penderita untuk terus
berikhtiar mendapat kesembuhan.
Berbekam dapat menghilangkan rasa sakit pada bahu dan tenggorokan
jika dilakukan pada bagian kuduk. Juga dapat menghilangkan sakit pada
bagian kepala serperti muka, gigi, telinga dan hidung jika penyakit
itu disebabkan oleh terjadinya penyumbatan pada darah atau rusaknya
jaringan darah. Abu Ubaid menyebutkan dalam kitabnya "Gharibul
Hadits"melalui sanad Abdurrahman bin Abi Laila :
"Bahwasanya Rasulullah Saw, melakukan bekam pada kepalanya dengan
tanduk ketika disihir orang"
Berbekam juga sangat bermanfaat untuk mengobati orang yang keracunan
makanan, bisa dan sejenisnya. lebih-lebih jika negeri itu adalah
negeri panas dan terjadi pada musim panas. Kekuatan racun itu
mengalir keseluruh tubuh melalui darah sehingga tubuh berkeringat,
racun sudah menjalar kejantung,maka yang keracunan itu tidak dapat
tertolong lagi. Nabi Muhammad Saw memilih berbekam pada kuduk
(tengkuk)nya karena tempat itulah yang paling dekat kepada jantung,
walaupun materi racun itu tidak keluar keseluruhannya.Namun hal itu
sudah cukup meringankan penderitaan orang yang keracunan itu.
Melakukan bekam dibawah dagu dapat menyembuhkan sakit gigi, sakit
pada bagian wajah, kerongkongan dan pada urat leher, serta
membersihkan kepala dan kedua telapak tangan. Berbekam pada belakang
tapak kaki (bagian atas tapak kaki) dapat menggantikan venesection
sephena, yaitu urat besar pada mata kaki, menghilangkan kutil-kutil
(borok) yang tumbuh di kedua paha, betis serta tulang kering. Dapat
menghentikan keluarnya darah haid (terputusnya menstruasi) dan gatal-
gatal buah testis (kantung kemaluan laki-laki). Berbekam dibawah dada
diatas perut dapat menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis, dan panu
yang ada di paha. Kaki yang sering kebas/linu, encok, penyakit
bawasir (hermorhoid), penyakit kegajahan (kaki bengkak) atau
elephantiasis, dan gatal-gatal pada punggung.
Sejak zaman mesir kuno lagi kaedah berbekam menjadi amalan bagi
penyembuhan berbagai penyakit, seperti sawan (epilepsy), angin ahmal
(stroke), hingga ke penyakit yang ringan seperti masalah kulit dan
letih atau lesu. Perawatan ini tidak perlu diragukan lagi karena
berdasarkan hadits-hadits yang banyak menerangkan kebaikan bagi orang
yang mengamalkan bekam. Nabi Muhammad Saw merupakan insan yang
pertama dibekam para malaikat dengan perintah Allah Swt sebelum Isra
dan Mi'raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi
Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam isra mi'raj bersama para malaikat,
Mereka selalu berkata "Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam".
Jenis Bekam.
Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap
permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan
darah kotor. Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara
darurat atau digunakan untuk meringankan kenyerian urat-urat punggung
karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit penyebab kengerian
punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan
jarum dan takut melihat darah. Kulit yang di-bekam akan tampak merah
kehitam-hitaman selama 3 hari. Dan Insya Allah sangat baik diolesi
minyak Habbassauda dari HABBAT untuk menghilangkan tanda lebam pada
kulit yang selesai di-bekam. . :.
Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam
kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam
(lancet), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand
pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap
hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah
kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor
berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit
yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak
Habbatussauda dari HABBAT. Dan selama 3 jam setelah di-bekam, kulit
yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam
pada tempat yang sama adalah 3 minggu .
Waktu Bekam.
WAKTU PALING BAIK UNTUK BERBEKAM Sebaiknya berbekam dilakukan pada
pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang
(darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan
bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan
pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas,
kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad). . :.
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga
kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk
pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat
dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa
saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah
SAW : "Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa
mematikan." .. .
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam
keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu
terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk
tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya. . .
Alat Bekam.
Ketika Rasulullah SAW melakukan bekam, beliau menggunakan kaca yang
berupa cawan atau mangkuk. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa
teknik bekam dan peralatannya sudah ada dan dipraktekkan sendiri oleh
Rasulullah. . :.
Pada zaman China kuno, bekam disebut sebagai "pengobatan tanduk"
karena tanduk menggantikan kaca. Pada abad ke-18, orang-orang di
Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk berbekam . .
Kini peralatan yang digunakan sebanding dengan perubahan zaman, dan
teknologi tinggilah yang diakui dan digunakan dalam pengobatan
berbekam oleh para dokter di rumah sakit. . . .
Peralatan bekam yang digunakan oleh team Bekam: Penghisap (hand
pump). Mangkuk (cupping set). Pena Jarum (lancet device). Silet
Antiseptik (bahan sterilisasi seperti alkohol). Sarung tangan
kesehatan (rubber gloves).
Larangan Berbekam.
Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya. Penderita tekanan
darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). Penderita sakit
kudis. Penderita diabetes mellitus . Perut wanita yang sedang hamil.
Wanita yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer
darah. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. Orang
yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup. :.
Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam : Mata, telinga,
hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang
banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian
tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka .
Manfaat Bekam.
Titik bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ
dan syaraf bila di-bekam pada tempat gangguan, terutama karena
gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya. Titik-
titik bekam yang disukai Rasulullah SAW, yaitu :.
Bekam atas dua urat leher : Mencegah sakit kepala. Mencegah sakit di
wajah. Mencegah sakit gigi. Mencegah sakit telinga. Mencegah sakit
hidung. Mencegah sakit kerongkongan. .
Bekam pada tengkuk / kuduk : Mencegah tekanan darah pada tengkuk.
Mengatasi rabun. Mengatasi benjolan di mata. Mengatasi rasa berat
pada alis dan kelopak mata. Mengatasi penyakit mata lainnya.
Mengobati lepra. Mengobati berbagai macam penyakit. Diriwayatkan oleh
Bukhori dan Muslim bahwa : "Rasulullah SAW pernah menggunakan hijamah
(bekam) atas tiga bagian tubuh, bagian atas tulang belakang dan atas
dua urat leher." . .
Bekam pada pelipis : Mengobati sakit kepala. Mengobati sakit di
wajah. Mengobati sakit telinga. Mengobati sakit hidung. Mengobati
sakit kerongkongan. Bekam pada pundak : Mengobati penyakit di pundak.
Mengobati sakit di leher. Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan
Muslim dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan
bekam sebanyak 3 kali pada 2 pelipis dan pundaknya. Bekam di atas
pinggul : Menghilangkan pegal-pegal. Menghilangkan kelelahan. Dalam
Sunan Abu Dawud disebutkan dari hadist Jabir bahwa Rasulullah SAW
pernah melakukan bekam di bagian atas pinggulnya karena sakit pegal-
pegal yang dideritanya. Bagian lain tubuh boleh di-bekam sesuai
tempat sakitnya selama bukan area yang dilarang di-bekam. Haruskah
sebulan sekali kita di-bekam ? Jika kita ingin terbebas dari gangguan
penyakit yang diakibatkan darah kotor atau sebagai tindakan penjagaan
dan kewaspadaan kita terhadap penyakit, maka sangat baik bekam
dilakukan sebulan sekali. Dan agar tubuh kita lebih sehat lagi, maka
lebih baik setiap hari kita minum Habbatussauda dan Madu . .
Kamis, 17 November 2011
Tips Hidup Sehat
Mood Sedang Rontok?
Anda merasa tiba-tiba saja kehilangan mood, mudah tersinggung dan marah? 50% kemungkinan karena anda menderita dehidrasi, badan kekurangan cairan tanpa anda rasakan. Kekurangan cairan menyulitkan metabolisme calcium padahal ini penting untuk menjaga fungsi syaraf, yang pada akhirnya menjaga kestabilan mood.
Langkah pertama: segera minum air 2 gelas. Pertimbangkan untuk selalu punya botol berisi air dan usahakan minum 8-10 gelas air per hari.
Langkah kedua: perbanyak menu sayur hijau tua dan kacang-kacangan. Sayur hijau tua adalah sumber calcium nabati yang sehat. Sediakan brokoli, kacang panjang setengah matang, wortel dalam lemari es anda, untuk menjadi bahan camilan sehat bagi anda.
Fito estrogen dalam susu kedelai dapat ikut mengamankan kestabilan mood anda.
Nafas Pendek (megap)
Pernahkah tiba-tiba saja anda menyadari, dengan kegiatan fisik biasa saja anda merasa kehabisan nafas, atau nafas pendek, atau megap, atau capek banget?
Hati-hatilah!
Ada beberapa penyebab nafas pendek.
1. Asma. Jika nafas pendek anda terdengar berbunyi, terutama 'ngik-ngik' (kalau perlu minta teman anda mendengarkan), maka kemungkinan anda terkena asma. Sering asma muncul pada usia 60-an walau semula tidak ada, dan anda tak punya bakat atau keturunan asma. Mungkin polusi di sekitar anda memicu reaksi alergi berlebihan yang memunculkan asma.
Anda dapat melakukan test sendiri, atau minta dokter anda melakukan test spirometri. Test sederhana adalah jika ada bisa 'pinjam' atau tersedia 'inhaler' khusus untuk asma.
Cobalah jalan cepat, sampai nafas anda terasa sesak. Ukur berapa jauh itu terjadi. Istirahatlah, kemudian pakailah inhaler asma, satu kali semprot saja, lalu lakukan lagi jalan cepat anda. Jika ternyata anda mampu menempuh jarak lebih jauh tanpa kehabisan nafas, maka itu tanda anda memang menderita asma. Sebaiknya anda memang sediakan inhaler semacam itu, sebab itu sarana aman, tanpa mengganggu tubuh anda secara umum.
2. Gangguan Jantung. Jika inhaler tak menolong, bahkan anda cenderung jadi lebih sesak nafas, lakukan ‘tap test’. Ambil istirahat setengah berbaring sampai nafas anda kembali ‘normal’.
Cari denyut nadi pergelangan tangan anda, yakinkan bahwa anda dapat meraba dengan jelas. Kemudian lakukan ‘tap’ dengan kaki anda, seirama dengan denyut yang dapat anda raba. Jika anda mampu ‘tap’ selama 2 menit terus-menerus tanpa kesulitan, anda tidak mengidap gangguan irama jantung. Jika kaki anda tak dapat mengikuti irama denyut nada yang anda raba, kemungkinan anda mengidap gangguan irama jantung, yang bisa mengakibatkan rasa nafas sesak.
Cobalah lakukan meditasi dengan latihan nafas dalam selama 20 menit, kemudian lakukan lagi ‘tap test’. Jika ada perbaikan, maka anda perlu mempertimbangkan untuk melakukan meditasi dengan nafas dalam ini sehari 4 kali a 20 menit. Kalau tidak berhasil, cobalah minum Aspirin dengan kekuatan 80-100 mg sehari 3 kali. Kalau anda tahan, aspirin itu dapat anda letakkan di bawah lidah, itu mempercepat penyerapannya. Setelah itu lakukan lagi ‘tap test’. Jika masih tidak berhasil anda harus berkonsultasi dengan dokter anda sebab hanya bisa diatasi dengan obat yang lebih mengena.
3. Kemungkinan lain adalah kurang darah (anemia). Buka telapak tangan anda. Perhatikan guratan tangan anda. Lihatlah apakah setiap guratan tangan berwarna kemerahan. Atau perhatikan di cermin gusi anda, atau kelopak mata sebelah bawah anda. Atau minta teman anda memperhatikannya. Bandingkan dengan milik beberapa teman yang ‘normal’. Kalau milik anda tampak lebih pucat, kemungkinan nafas pendek anda karena anemia. Periksakan kadar hemoglobin anda. Jika memang di bawah normal, segera atur makan dan obat-obatan untuk menambah kadar hemoglobin anda (sayuran hijau tua, telur, hati, daging). Untuk obat, konsultasikan dokter anda.
4) Gangguan tekanan darah.
Sayang tak ada cara pemeriksaan kecuali dengan pengukur tensi.
Mintalah tensi anda diukur selagi anda duduk santai. Jika memang melebihi normal, konsultasikan dokter anda.
5) Rasa nafas pendek juga bisa karena obesitas. Berat badan ideal anda secara sederhana dapat diukur: tinggi badan dalam cm dikurangi 100 lalu dikurangi lagi antara 5-10%nya. Jika melebihi, maka anda kegemukan.
Juga dapat dengan mengukur lingkar perut anda setinggi pusar. Lingkar perut laki-laki ideal 86-90 cm. Perempuan 82-86 cm. Di atas itu anda sudah harus berusaha menguruskan badan: kurangi makan, pantang ngemil dan pantang manis; perbanyak latihan fisik: jalan kaki 4 km per hari 5 kali seminggu.
6) Kencing manis yang tak terdeteksi juga bisa mulai dengan rasa nafas pendek dan capek banget.
Beberapa hal yang bisa membantu mengarah ke kencing manis: # usia di atas 40, # laki-laki, # ada keturunan kencing manis, # tensi di atas 140/90, # kegemukan, # jarang aktivitas fisik, # sering merasa gatal tanpa sebab, atau luka begitu saja, # kencing berlebihan, # haus berlebihan. tentu saja paling akurat pemeriksaan gula darah.
7) Awal gangguan darah/pembuluh darah. Jika pembuluh darah anda tertimbun plak, jadinya kaku, termasuk yang ke jantung dan paru. Salah satu tandanya nafas pendek juga. Tanda lain kekakuan pembuluh darah adalah nyeri tungkai ketika anda mencoba menyentuh jari kaki anda dengan jari tangan, dengan posisi tungkai melurus (selonjor). Karena itu latihan peregangan dapat menolong mengatasi timbunan plak, karena pembuluh darah diregang-regang.
Cara latihan:
# berdiri tegak bertumpu pada kaki bagian depan, di tepi sebuah peninggian. Angkat tubuh (berjinjit) setinggi mungkin, lalu turunkan tumit serendah mungkin sampai betis terasa tegang. Hitung 8 hitungan, lalu kembali angkat. Ulangi 8 kali.
# Duduk selonjor. Berusaha meraih jari kaki dengan kedua tangan tanpa membengkokkan lutut, sampai terasa tegang di sisi bawah lutut dan betis. Ulangi 8 kali.
# berdiri tegak. Kedua tangan terjulur ke atas. Gerakkan tungkai kanan sejauh-jauhnya ke belakang, berbareng dengan lengan kiri ke belakang sejauh-jauhnya. Ganti tungkai kiri dengan lengan kanan. Kemudian tungkai kanan dengan kedua lengan bersama, gantian tungkai kiri. Ulangi 8 kali.
# Berdiri tegak. Tundukkan kepala sejauh mungkin ke bawah, seolah dagu hendak menyentuh dada. Tengadahkan sejauh mungkin ke belakang. Ulangi 8 kali.
Miringkan kepala ke kanan sejauh mungkin seolah pelipis hendak menyentuh bahu kanan. Ganti kiri. Ulangi 8 kali.
Menoleh maksimal ke kanan, lalu ke kiri. Ulangi 8 kali.
Sebuah fenomena: kelenturan pembuluh darah tungkai oleh latihan peregangan itu terbukti membuat pembuluh darah jantung dan otak juga jadi lentur, plak juga terhambat penimbunannya.
Ditambah peregangan sepanjang punggung dan leher.
8) Depresi. Kondisi kejiwaan yang tertekan dan depresi bisa muncul dalam bentuk seolah pendek nafas dan capek banget. Tanya diri anda sendiri apakah anda akhir-akhir ini sering merasa ‘mood’ tiba-tiba merosot, semangat dan sukacita menghilang, kecewa, menyesal, marah tak kunjung habis, sulit tidur, vertigo, denyut jantung berdebar tak beraturan dan tensi naik walau semula bukan penderita hipertensi, merasa capai tanpa sebab... lantas akhirnya merasa pendek nafas (biasanya anda baru minta pertolongan pada stadium ini sebab mengira ada yang serius). Depresi itu serius. Ia bisa mengakibatkan penyakit jantung dan stroke sungguhan, maka harus dikelola jauh-jauh hari.
Cara paling sederhana ialah latihan meditasi dengan nafas panjang. Lihat atas.
9) Memang kondisi fisik yang terlalu tak terlatih.
Jika semua hal di atas tak terbukti menghuni tubuh anda, ada kemungkinan anda memang sudah terlalu lama tidak terlatih kondisi fisik anda, dan sudah menampakkan gejala yang sangat mengganggu. Anda harus mulai menyediakan waktu dan tekad untuk mulai berlatih fisik secara teratur dan terukur.
Yang paling sederhana ialah: jalan biasa, kemudian setelah terbiasa, jalan cepat. Kemudian ditambah latihan peregangan dan latihan pembebanan.
Jalan biasa, mulai dari jarak 1 km setiap hari, 5 kali seminggu, berangsur dinaikkan sampai mencapai 3 km. Jalan biasa mulai dinaikkan kecepatannya. Tidak perlu sampai lari. Kondisi fisik anda sudah dapat dikatakan baik jika dengan jalan cepat maksimal anda sudah tidak pendek nafas lagi.
Resiko Kesehatan Yang Terlupakan
DVT: Deep Vein Thrombosis adalah penjendalan darah berasal dari vena dalam yang menyumbat pembuluh darah utama, menyebabkan gangguan organ sampai kematian.
DVT bisa dialami insan segala usia. Biasanya terjadi dalam vena sebelah dalam tungkai; penjendalan yang jika terlepas bisa menyumbat pembuluh darah paru dan menyebabkan kematian karena paru gagal berfungsi.
Potensi DVT lebih banyak terjadi pada pasien yang habis menjalani operasi, sampai 12 minggu.
Juga mengancam pekerja yang terlalu banyak duduk dan kurang minum, termasuk dalam perjalanan (di mobil atau di pesawat terbang).
Saran: sering minum, sering berdiri dan jalan, atau setidaknya melakukan senam tungkai / kaki, sebisanya setiap jam duduk.
Tanda awal DVT: tiba-tiba nafas pendek/sesak nafas, nyeri berkepanjangan di tungkai, atau rasa panas, atau kaki bengkak. Jangan buru-buru melepas sepatu: berdiri, jalan, senam tungkai dulu, baru melepas sepatu, tapi biasanya setelahnya anda jadi akan kesulitan mengenakan sepatu lagi. Jika anda tak merasa terganggu, tidak usah melepas sepatu.
Tegang Tengkuk / Leher sampai Nyeri
Jangan minum obat dulu, sebab obat hanya berefek menutup rasa nyeri tanpa mengungkap sebabnya.
1) mulai dengan memperbaiki postur duduk anda: pakai kursi bersandaran, di mana anda bisa duduk setengah tegak (tidak membungkuk).
2) hindari bertelpon dengan menjepit gagang telpon atau HP di antara kepala dan bahu. Jika tangan anda sibuk, pakai hands-free atau keraskan suara (loudspeaker), letakkan HP di meja.
3) jika bekerja di komputer, pasang monitor sedikit lebih rendah dari level mata anda (tepi atas monitor tidak lebih tinggi ketimbang kepala anda); letakkan keyboard sedikit lebih rendah ketimbang siku anda sehingga sudut siku sekitar 100 derajat.
Setiap jam duduk, berdirilah, jalan sekadarnya.
Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke lokasi jauh sekitar 20 detik. Pakai moda alarm di HP untuk pengingat.
4) jika pekerjaan utama anda banyak membaca, menulis, posisi tetap tegak, usahakan sumber cahaya tidak menyilaukan, sebisanya dari arah belakang-kiri (jika anda tidak kidal).
5) cobalah tidur dengan bantal tipis, bukan berbahan spons yang membal tapi bahan kapuk yang kurang membal.
6) lakukan senam otot tengkuk sehari 2 kali (menjelang mandi pagi & sore):
# shrug: kedua tangan membawa beban. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya dengan lengan berbeban tetap lurus ke bawah. Turunkan lagi. Ulangi.
# high pull-up: kedua tangan membawa beban, angkat kedua beban sampai setinggi dada, mencapai bawah dagu. Turunkan lagi. Ulangi.
# one arm row: tangan kanan & lutut kanan bertelekan pada sebuah bangku (badan membungkuk), tangan kiri membawa beban, naik-turunkan beban dengan menekuk siku-meluruskannya lagi. Ganti tangan.
# Fly: kedua tangan membawa beban, badan membungkuk 45 derajat. Kedua tangan melurus ke bawah lalu mengedang, melurus ke bawah lagi. Ulangi. (meniru gerak sayap burung sedang terbang).
# Shoulder abduction: berdiri tegak. Kedua tangan membawa beban, melurus ke bawah. Gerakkan kedua lengan ke samping-ke atas, sampai kedua lengan melurus, setinggi kedua bahu. Turunkan. Ulangi.
7) Jika menggunakan obat, mulailah dengan Ibuprofen 400 mg. Jika kurang berhasil, pakailah Na-diklofenak 50 mg.
RD March 2010
8) Anda dapat mengurangi nyeri anda dengan program meditasi sederhana: duduk relax, berlatih nafas panjang dan lambat. Mula-mula hitung berapa nafas anda per menit, kemudian selama 10 menit lakukan latihan nafas panjang dengan frekwensi separo frekuensi nafas biasa anda. Melambatkan frekuensi nafas akan membawa denyut jantung melambat, tensi turun. Akibatnya pengeluaran hormon kortisol terhambat, akan digantikan oleh endorfin, yang menyebabkan rasa nyaman, menurunkan ambang rasa sakit, sampai 50%. Lakukan sehari 2 kali.
Anda merasa tiba-tiba saja kehilangan mood, mudah tersinggung dan marah? 50% kemungkinan karena anda menderita dehidrasi, badan kekurangan cairan tanpa anda rasakan. Kekurangan cairan menyulitkan metabolisme calcium padahal ini penting untuk menjaga fungsi syaraf, yang pada akhirnya menjaga kestabilan mood.
Langkah pertama: segera minum air 2 gelas. Pertimbangkan untuk selalu punya botol berisi air dan usahakan minum 8-10 gelas air per hari.
Langkah kedua: perbanyak menu sayur hijau tua dan kacang-kacangan. Sayur hijau tua adalah sumber calcium nabati yang sehat. Sediakan brokoli, kacang panjang setengah matang, wortel dalam lemari es anda, untuk menjadi bahan camilan sehat bagi anda.
Fito estrogen dalam susu kedelai dapat ikut mengamankan kestabilan mood anda.
Nafas Pendek (megap)
Pernahkah tiba-tiba saja anda menyadari, dengan kegiatan fisik biasa saja anda merasa kehabisan nafas, atau nafas pendek, atau megap, atau capek banget?
Hati-hatilah!
Ada beberapa penyebab nafas pendek.
1. Asma. Jika nafas pendek anda terdengar berbunyi, terutama 'ngik-ngik' (kalau perlu minta teman anda mendengarkan), maka kemungkinan anda terkena asma. Sering asma muncul pada usia 60-an walau semula tidak ada, dan anda tak punya bakat atau keturunan asma. Mungkin polusi di sekitar anda memicu reaksi alergi berlebihan yang memunculkan asma.
Anda dapat melakukan test sendiri, atau minta dokter anda melakukan test spirometri. Test sederhana adalah jika ada bisa 'pinjam' atau tersedia 'inhaler' khusus untuk asma.
Cobalah jalan cepat, sampai nafas anda terasa sesak. Ukur berapa jauh itu terjadi. Istirahatlah, kemudian pakailah inhaler asma, satu kali semprot saja, lalu lakukan lagi jalan cepat anda. Jika ternyata anda mampu menempuh jarak lebih jauh tanpa kehabisan nafas, maka itu tanda anda memang menderita asma. Sebaiknya anda memang sediakan inhaler semacam itu, sebab itu sarana aman, tanpa mengganggu tubuh anda secara umum.
2. Gangguan Jantung. Jika inhaler tak menolong, bahkan anda cenderung jadi lebih sesak nafas, lakukan ‘tap test’. Ambil istirahat setengah berbaring sampai nafas anda kembali ‘normal’.
Cari denyut nadi pergelangan tangan anda, yakinkan bahwa anda dapat meraba dengan jelas. Kemudian lakukan ‘tap’ dengan kaki anda, seirama dengan denyut yang dapat anda raba. Jika anda mampu ‘tap’ selama 2 menit terus-menerus tanpa kesulitan, anda tidak mengidap gangguan irama jantung. Jika kaki anda tak dapat mengikuti irama denyut nada yang anda raba, kemungkinan anda mengidap gangguan irama jantung, yang bisa mengakibatkan rasa nafas sesak.
Cobalah lakukan meditasi dengan latihan nafas dalam selama 20 menit, kemudian lakukan lagi ‘tap test’. Jika ada perbaikan, maka anda perlu mempertimbangkan untuk melakukan meditasi dengan nafas dalam ini sehari 4 kali a 20 menit. Kalau tidak berhasil, cobalah minum Aspirin dengan kekuatan 80-100 mg sehari 3 kali. Kalau anda tahan, aspirin itu dapat anda letakkan di bawah lidah, itu mempercepat penyerapannya. Setelah itu lakukan lagi ‘tap test’. Jika masih tidak berhasil anda harus berkonsultasi dengan dokter anda sebab hanya bisa diatasi dengan obat yang lebih mengena.
3. Kemungkinan lain adalah kurang darah (anemia). Buka telapak tangan anda. Perhatikan guratan tangan anda. Lihatlah apakah setiap guratan tangan berwarna kemerahan. Atau perhatikan di cermin gusi anda, atau kelopak mata sebelah bawah anda. Atau minta teman anda memperhatikannya. Bandingkan dengan milik beberapa teman yang ‘normal’. Kalau milik anda tampak lebih pucat, kemungkinan nafas pendek anda karena anemia. Periksakan kadar hemoglobin anda. Jika memang di bawah normal, segera atur makan dan obat-obatan untuk menambah kadar hemoglobin anda (sayuran hijau tua, telur, hati, daging). Untuk obat, konsultasikan dokter anda.
4) Gangguan tekanan darah.
Sayang tak ada cara pemeriksaan kecuali dengan pengukur tensi.
Mintalah tensi anda diukur selagi anda duduk santai. Jika memang melebihi normal, konsultasikan dokter anda.
5) Rasa nafas pendek juga bisa karena obesitas. Berat badan ideal anda secara sederhana dapat diukur: tinggi badan dalam cm dikurangi 100 lalu dikurangi lagi antara 5-10%nya. Jika melebihi, maka anda kegemukan.
Juga dapat dengan mengukur lingkar perut anda setinggi pusar. Lingkar perut laki-laki ideal 86-90 cm. Perempuan 82-86 cm. Di atas itu anda sudah harus berusaha menguruskan badan: kurangi makan, pantang ngemil dan pantang manis; perbanyak latihan fisik: jalan kaki 4 km per hari 5 kali seminggu.
6) Kencing manis yang tak terdeteksi juga bisa mulai dengan rasa nafas pendek dan capek banget.
Beberapa hal yang bisa membantu mengarah ke kencing manis: # usia di atas 40, # laki-laki, # ada keturunan kencing manis, # tensi di atas 140/90, # kegemukan, # jarang aktivitas fisik, # sering merasa gatal tanpa sebab, atau luka begitu saja, # kencing berlebihan, # haus berlebihan. tentu saja paling akurat pemeriksaan gula darah.
7) Awal gangguan darah/pembuluh darah. Jika pembuluh darah anda tertimbun plak, jadinya kaku, termasuk yang ke jantung dan paru. Salah satu tandanya nafas pendek juga. Tanda lain kekakuan pembuluh darah adalah nyeri tungkai ketika anda mencoba menyentuh jari kaki anda dengan jari tangan, dengan posisi tungkai melurus (selonjor). Karena itu latihan peregangan dapat menolong mengatasi timbunan plak, karena pembuluh darah diregang-regang.
Cara latihan:
# berdiri tegak bertumpu pada kaki bagian depan, di tepi sebuah peninggian. Angkat tubuh (berjinjit) setinggi mungkin, lalu turunkan tumit serendah mungkin sampai betis terasa tegang. Hitung 8 hitungan, lalu kembali angkat. Ulangi 8 kali.
# Duduk selonjor. Berusaha meraih jari kaki dengan kedua tangan tanpa membengkokkan lutut, sampai terasa tegang di sisi bawah lutut dan betis. Ulangi 8 kali.
# berdiri tegak. Kedua tangan terjulur ke atas. Gerakkan tungkai kanan sejauh-jauhnya ke belakang, berbareng dengan lengan kiri ke belakang sejauh-jauhnya. Ganti tungkai kiri dengan lengan kanan. Kemudian tungkai kanan dengan kedua lengan bersama, gantian tungkai kiri. Ulangi 8 kali.
# Berdiri tegak. Tundukkan kepala sejauh mungkin ke bawah, seolah dagu hendak menyentuh dada. Tengadahkan sejauh mungkin ke belakang. Ulangi 8 kali.
Miringkan kepala ke kanan sejauh mungkin seolah pelipis hendak menyentuh bahu kanan. Ganti kiri. Ulangi 8 kali.
Menoleh maksimal ke kanan, lalu ke kiri. Ulangi 8 kali.
Sebuah fenomena: kelenturan pembuluh darah tungkai oleh latihan peregangan itu terbukti membuat pembuluh darah jantung dan otak juga jadi lentur, plak juga terhambat penimbunannya.
Ditambah peregangan sepanjang punggung dan leher.
8) Depresi. Kondisi kejiwaan yang tertekan dan depresi bisa muncul dalam bentuk seolah pendek nafas dan capek banget. Tanya diri anda sendiri apakah anda akhir-akhir ini sering merasa ‘mood’ tiba-tiba merosot, semangat dan sukacita menghilang, kecewa, menyesal, marah tak kunjung habis, sulit tidur, vertigo, denyut jantung berdebar tak beraturan dan tensi naik walau semula bukan penderita hipertensi, merasa capai tanpa sebab... lantas akhirnya merasa pendek nafas (biasanya anda baru minta pertolongan pada stadium ini sebab mengira ada yang serius). Depresi itu serius. Ia bisa mengakibatkan penyakit jantung dan stroke sungguhan, maka harus dikelola jauh-jauh hari.
Cara paling sederhana ialah latihan meditasi dengan nafas panjang. Lihat atas.
9) Memang kondisi fisik yang terlalu tak terlatih.
Jika semua hal di atas tak terbukti menghuni tubuh anda, ada kemungkinan anda memang sudah terlalu lama tidak terlatih kondisi fisik anda, dan sudah menampakkan gejala yang sangat mengganggu. Anda harus mulai menyediakan waktu dan tekad untuk mulai berlatih fisik secara teratur dan terukur.
Yang paling sederhana ialah: jalan biasa, kemudian setelah terbiasa, jalan cepat. Kemudian ditambah latihan peregangan dan latihan pembebanan.
Jalan biasa, mulai dari jarak 1 km setiap hari, 5 kali seminggu, berangsur dinaikkan sampai mencapai 3 km. Jalan biasa mulai dinaikkan kecepatannya. Tidak perlu sampai lari. Kondisi fisik anda sudah dapat dikatakan baik jika dengan jalan cepat maksimal anda sudah tidak pendek nafas lagi.
Resiko Kesehatan Yang Terlupakan
DVT: Deep Vein Thrombosis adalah penjendalan darah berasal dari vena dalam yang menyumbat pembuluh darah utama, menyebabkan gangguan organ sampai kematian.
DVT bisa dialami insan segala usia. Biasanya terjadi dalam vena sebelah dalam tungkai; penjendalan yang jika terlepas bisa menyumbat pembuluh darah paru dan menyebabkan kematian karena paru gagal berfungsi.
Potensi DVT lebih banyak terjadi pada pasien yang habis menjalani operasi, sampai 12 minggu.
Juga mengancam pekerja yang terlalu banyak duduk dan kurang minum, termasuk dalam perjalanan (di mobil atau di pesawat terbang).
Saran: sering minum, sering berdiri dan jalan, atau setidaknya melakukan senam tungkai / kaki, sebisanya setiap jam duduk.
Tanda awal DVT: tiba-tiba nafas pendek/sesak nafas, nyeri berkepanjangan di tungkai, atau rasa panas, atau kaki bengkak. Jangan buru-buru melepas sepatu: berdiri, jalan, senam tungkai dulu, baru melepas sepatu, tapi biasanya setelahnya anda jadi akan kesulitan mengenakan sepatu lagi. Jika anda tak merasa terganggu, tidak usah melepas sepatu.
Tegang Tengkuk / Leher sampai Nyeri
Jangan minum obat dulu, sebab obat hanya berefek menutup rasa nyeri tanpa mengungkap sebabnya.
1) mulai dengan memperbaiki postur duduk anda: pakai kursi bersandaran, di mana anda bisa duduk setengah tegak (tidak membungkuk).
2) hindari bertelpon dengan menjepit gagang telpon atau HP di antara kepala dan bahu. Jika tangan anda sibuk, pakai hands-free atau keraskan suara (loudspeaker), letakkan HP di meja.
3) jika bekerja di komputer, pasang monitor sedikit lebih rendah dari level mata anda (tepi atas monitor tidak lebih tinggi ketimbang kepala anda); letakkan keyboard sedikit lebih rendah ketimbang siku anda sehingga sudut siku sekitar 100 derajat.
Setiap jam duduk, berdirilah, jalan sekadarnya.
Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke lokasi jauh sekitar 20 detik. Pakai moda alarm di HP untuk pengingat.
4) jika pekerjaan utama anda banyak membaca, menulis, posisi tetap tegak, usahakan sumber cahaya tidak menyilaukan, sebisanya dari arah belakang-kiri (jika anda tidak kidal).
5) cobalah tidur dengan bantal tipis, bukan berbahan spons yang membal tapi bahan kapuk yang kurang membal.
6) lakukan senam otot tengkuk sehari 2 kali (menjelang mandi pagi & sore):
# shrug: kedua tangan membawa beban. Angkat kedua bahu setinggi-tingginya dengan lengan berbeban tetap lurus ke bawah. Turunkan lagi. Ulangi.
# high pull-up: kedua tangan membawa beban, angkat kedua beban sampai setinggi dada, mencapai bawah dagu. Turunkan lagi. Ulangi.
# one arm row: tangan kanan & lutut kanan bertelekan pada sebuah bangku (badan membungkuk), tangan kiri membawa beban, naik-turunkan beban dengan menekuk siku-meluruskannya lagi. Ganti tangan.
# Fly: kedua tangan membawa beban, badan membungkuk 45 derajat. Kedua tangan melurus ke bawah lalu mengedang, melurus ke bawah lagi. Ulangi. (meniru gerak sayap burung sedang terbang).
# Shoulder abduction: berdiri tegak. Kedua tangan membawa beban, melurus ke bawah. Gerakkan kedua lengan ke samping-ke atas, sampai kedua lengan melurus, setinggi kedua bahu. Turunkan. Ulangi.
7) Jika menggunakan obat, mulailah dengan Ibuprofen 400 mg. Jika kurang berhasil, pakailah Na-diklofenak 50 mg.
RD March 2010
8) Anda dapat mengurangi nyeri anda dengan program meditasi sederhana: duduk relax, berlatih nafas panjang dan lambat. Mula-mula hitung berapa nafas anda per menit, kemudian selama 10 menit lakukan latihan nafas panjang dengan frekwensi separo frekuensi nafas biasa anda. Melambatkan frekuensi nafas akan membawa denyut jantung melambat, tensi turun. Akibatnya pengeluaran hormon kortisol terhambat, akan digantikan oleh endorfin, yang menyebabkan rasa nyaman, menurunkan ambang rasa sakit, sampai 50%. Lakukan sehari 2 kali.
Jumat, 04 November 2011
KEUTAMAAN BERQURBAN
Menyembelih hewan qurban pada hari Idul Adha adalah amal shalih yang paling utama, lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau harga hewan qurban atau bahkan sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan qurban. Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi” (HR Bukhari).
Sedemikian agungnya syariat qurban, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah & Al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Albani).
Yakinlah, bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat. Malaikat yang pertama berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang pelit yang menahan hartanya” (HR Bukhari & Muslim).
Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mensyariatkan ‘udhiyah (berkorban) sebagai sarana untuk bertaqarrub kepada-Nya dan sebagai kemurahan untuk umat manusia pada hari raya. Allah telah memerintahkan kepada bapak para Nabi, Ibrahim 'alaihis salam supaya menyembelih anaknya, Ismail. Lalu beliau menyambut perintah Allah tadi tanpa ragu. Karenanya Allah Ta’ala memberikan ganti dari langit sebagai tebusan bagi anaknya, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Al-Shafat: 107).
Sejak saat itulah, umat manusia menyembelih hewan ternak dalam rangka melaksanakan perintah Allah dengan mengalirkan darah. Dan berkurban merupakan amal ketaatan yang sangat utama.
Kemudian sunnah ini diperintahkan kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dan beliau telah melaksanakannya. Diriwayatkan dalam Shahihain, “Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam berkurban dua ekor domba yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri dengan kedua tangannya sambil menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di samping lehernya.”
Dan dalam riwayat lain dari Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhuma, “Adalah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam selama sepuluh tahun tinggal di Madinah, beliau selalu menyembelih kurban.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, sanadnya hasan).
Sudah selayaknya setiap muslim bersemangat dalam mengikuti sunnah Nabinya Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk berkurban. Semoga dengan demikian, dia akan menjadi orang mendapatkan kecintaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 31)
Keutamaan Berkurban
Di antaranya sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ
“Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)
Dan sabda beliau ketika di tanya apakah sembelihan ini, maka beliau menjawab, “Tuntunan ayah kalian Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa bagian kita darinya/apa pahala yang akan kita dapatkan?” Beliau menjawab, "Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan.” Lantas mereka bertanya, "Bagaimana dengan bulu (domba)?” Maka beliau menjawab, "Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya)
Hukum Berkurban Bagi yang Mampu
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum berkurban bagi yang mampu, antara wajib dan sunnah mu’akkadah. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat, berkurban hukumnya sunnah mu’akkadah. Meninggalkannya, padahal mampu, termasuk sikap yang dibenci (makruh).
Sebagian ulama yang lain berpendapat hukumnya wajib bagi setiap keluarga muslim yang mampu melaksanakannya. Hal tersebut didasarkan kepada firman Allah Ta’ala,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Dan juga sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Siapa yang telah menyembelihnya sebelum shalat, hendaknya dia mengulanginya.” (Muttafaaq ‘alaih)
Sikap yang paling selamat yang selayaknya diambil seorang muslim, tidak meninggalkan berkurban ketika mampu, karena melaksanakan berkurban merupakan sikap yang melepaskan dirinya dari tanggungan dan tuntutan. Dan keluar darinya adalah lebih selamat. Sedangkan bagi yang tidak mampu, tidak memiliki harta kecuali sekedar mencukupi kebutuhan pokok keluarganya, maka berkorban tidak wajib atas mereka. Sedangkan siapa yang memiliki tanggungan hutang, maka selayaknya mendahulukan pembayaran hutang atas berkurban. Karena melepaskan diri dari beban tanggungan ketika mampu hukumnya wajib.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berkurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi” (HR Bukhari).
Sedemikian agungnya syariat qurban, sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah & Al-Hakim, dihasankan oleh Syaikh Albani).
Yakinlah, bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat. Malaikat yang pertama berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang kedua berdoa: “Ya Allah, berikanlah kehancuran bagi orang pelit yang menahan hartanya” (HR Bukhari & Muslim).
Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla mensyariatkan ‘udhiyah (berkorban) sebagai sarana untuk bertaqarrub kepada-Nya dan sebagai kemurahan untuk umat manusia pada hari raya. Allah telah memerintahkan kepada bapak para Nabi, Ibrahim 'alaihis salam supaya menyembelih anaknya, Ismail. Lalu beliau menyambut perintah Allah tadi tanpa ragu. Karenanya Allah Ta’ala memberikan ganti dari langit sebagai tebusan bagi anaknya, “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Al-Shafat: 107).
Sejak saat itulah, umat manusia menyembelih hewan ternak dalam rangka melaksanakan perintah Allah dengan mengalirkan darah. Dan berkurban merupakan amal ketaatan yang sangat utama.
Kemudian sunnah ini diperintahkan kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam dan beliau telah melaksanakannya. Diriwayatkan dalam Shahihain, “Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam berkurban dua ekor domba yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri dengan kedua tangannya sambil menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di samping lehernya.”
Dan dalam riwayat lain dari Ibnu Umar radhiyallaahu 'anhuma, “Adalah Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam selama sepuluh tahun tinggal di Madinah, beliau selalu menyembelih kurban.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, sanadnya hasan).
Sudah selayaknya setiap muslim bersemangat dalam mengikuti sunnah Nabinya Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk berkurban. Semoga dengan demikian, dia akan menjadi orang mendapatkan kecintaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 31)
Keutamaan Berkurban
Di antaranya sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam,
مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ
“Tidak ada satu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari nahar (hari penyembelihan) yang lebih dicintai oleh Alah 'Azza wa Jalla daripada mengalirkan darah. Sungguh dia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, kuku dan rambutnya. Sesunggunya darahnya akan sampai kepada Allah 'Azza wa Jalla sebelum jatuh ke tanah… ” (HR. Ibnu Majah dan al-Tirmidzi, beliau menghassankannya)
Dan sabda beliau ketika di tanya apakah sembelihan ini, maka beliau menjawab, “Tuntunan ayah kalian Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa bagian kita darinya/apa pahala yang akan kita dapatkan?” Beliau menjawab, "Setiap helai rambut, akan dibalasi dengan satu kebaikan.” Lantas mereka bertanya, "Bagaimana dengan bulu (domba)?” Maka beliau menjawab, "Setiap bulu juga akan dibalas dengan satu kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, beliau menghasankannya)
Hukum Berkurban Bagi yang Mampu
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum berkurban bagi yang mampu, antara wajib dan sunnah mu’akkadah. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat, berkurban hukumnya sunnah mu’akkadah. Meninggalkannya, padahal mampu, termasuk sikap yang dibenci (makruh).
Sebagian ulama yang lain berpendapat hukumnya wajib bagi setiap keluarga muslim yang mampu melaksanakannya. Hal tersebut didasarkan kepada firman Allah Ta’ala,
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Dan juga sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, “Siapa yang telah menyembelihnya sebelum shalat, hendaknya dia mengulanginya.” (Muttafaaq ‘alaih)
Sikap yang paling selamat yang selayaknya diambil seorang muslim, tidak meninggalkan berkurban ketika mampu, karena melaksanakan berkurban merupakan sikap yang melepaskan dirinya dari tanggungan dan tuntutan. Dan keluar darinya adalah lebih selamat. Sedangkan bagi yang tidak mampu, tidak memiliki harta kecuali sekedar mencukupi kebutuhan pokok keluarganya, maka berkorban tidak wajib atas mereka. Sedangkan siapa yang memiliki tanggungan hutang, maka selayaknya mendahulukan pembayaran hutang atas berkurban. Karena melepaskan diri dari beban tanggungan ketika mampu hukumnya wajib.
BAGI YANG BERMASALAH
BAGI YANG BERMASALAH - Coba bangkitlah, segera temui Rabb Jangan biarkan airmata mengering di wajahmu, segera basuh dengan air wudhu. Kita masih merasa beruntung memiliki tempat mengadu, dari segala kegelisahan dalam shalat, benamkan wajahmu dlm sajadah, mohon prtolongan dan ampunan-Nya. Dia pemilik segalanya, tidak ada kekuasaan melainkan kekuasaan mutlak hanya berada dalam kehendak-Nya..
MASALAH LAGI ?
MASALAH LAGI ? - Masalah itu sebenarnya ngga' ada,kitalah yang mengada - adakan masalah sehingga masalah itu hadir dalam kehidupan kita. Pandangin dah ke langit nan luas, ALLah sedang menyapamu dengan ramah lewat awan,matahari,taburan gemintang, tersenyumlah... ALLAH tau segala beban dipundakmu, hampirilan basuhlah jiwa dengan wudhu dan sholatlah, dan adukan semua dengan khusyu hati yg tunduk..( TIM FB YM )
Pesan Hari Ini
Engkau yang bekerja terlalu keras, berjalan terlalu cepat, dan memaksa dirimu terlalu larut - lambatkanlah ketukan musik upayamu sebentar, dan bernafaslah lebih damai.
Keluargamu adalah alasan bagi kerja kerasmu, maka janganlah sampai engkau menelantarkan mereka karena kerja kerasmu.
Perhatikanlah keindahan sekelilingmu.
Belajarlah menikmati keindahan hidup seperti para pemalas yang kedamaian jiwanya sangat memikat itu.
Mereka memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk melupakan tanggung-jawab, dan menikmati kehidupan tanpa kemampuan dan tanpa kekhawatiran.
Damaikanlah langkahmu dalam syukur dan pujian kepada Tuhan.
Engkau telah rajin bekerja, jujur, dan menghasilkan bagi kebaikan sesama.
Berlakulah lebih lembut dan muliakanlah keluargamu.
Engkau akan sampai pada kesejahteraan dan kebahagiaan.
Mario Teguh -
Keluargamu adalah alasan bagi kerja kerasmu, maka janganlah sampai engkau menelantarkan mereka karena kerja kerasmu.
Perhatikanlah keindahan sekelilingmu.
Belajarlah menikmati keindahan hidup seperti para pemalas yang kedamaian jiwanya sangat memikat itu.
Mereka memiliki kemampuan yang mengagumkan untuk melupakan tanggung-jawab, dan menikmati kehidupan tanpa kemampuan dan tanpa kekhawatiran.
Damaikanlah langkahmu dalam syukur dan pujian kepada Tuhan.
Engkau telah rajin bekerja, jujur, dan menghasilkan bagi kebaikan sesama.
Berlakulah lebih lembut dan muliakanlah keluargamu.
Engkau akan sampai pada kesejahteraan dan kebahagiaan.
Mario Teguh -
Kamis, 27 Oktober 2011
Tausiyah Untuk ku...
Bahwa Kesulitan, ketegangan , tekanan-tekanan hidup adalah bagian dari siklus ujian kehidupan.
Minggu, 08 Mei 2011
SEMOGA
Ya...Allah...
semakin kumerasa betapa lemahnya diri ini..
diri yang terkadang tak bia berbuat apa-apa..
saat Kau beri ujian pada diri ini..
hanya segenggam doa dan asa yg kupunya..
semangat tuk terus berjuang..
Ya..Allah...
jangan tinggalkan diri ini yang telah lemah..
asa yang kuharap Kau ampunkan segala dosa-dosa hamba..
...
sakit...begitu sakit..namun kutahan seolah tak terjadi pada diri ini..
ku takut itu akan terjadi..
setelah kutahu akibat yang akan terjadi...
ya..Allah...
semoga ku dapat menjalani ini dengan keikhlasan..
semoga ini hanya sebuah ujian..
semoga ini tak akan lama ku rasa..
semoga Engkau memberi kesembuhan...
amin.
semakin kumerasa betapa lemahnya diri ini..
diri yang terkadang tak bia berbuat apa-apa..
saat Kau beri ujian pada diri ini..
hanya segenggam doa dan asa yg kupunya..
semangat tuk terus berjuang..
Ya..Allah...
jangan tinggalkan diri ini yang telah lemah..
asa yang kuharap Kau ampunkan segala dosa-dosa hamba..
...
sakit...begitu sakit..namun kutahan seolah tak terjadi pada diri ini..
ku takut itu akan terjadi..
setelah kutahu akibat yang akan terjadi...
ya..Allah...
semoga ku dapat menjalani ini dengan keikhlasan..
semoga ini hanya sebuah ujian..
semoga ini tak akan lama ku rasa..
semoga Engkau memberi kesembuhan...
amin.
Minggu, 24 April 2011
SUARA HATIKU
Kutahu apa yang kau rasakan..
Kutahu apa yang kau inginkan..
Entah kenapa...
Ku tak bisa apa apa...
Ingin ku peluk dirimu...
Tapi ku tak sanggup...
aku tak sanggup...
tak sanggup melihat dirimu merasakan itu sendiri..
dalamnya hatiku hanya bisa menangis..
hanya bisa berdoa..dan mengharap..
semoga Allah Ta'ala dapat meringankan..
menyembuhkan bahkan mengangkat penyakit yang sedang di derita olehmu..
aku sayang padamu..sangat..
Ya..Allah semoga Engkau mengasihi kedua orang tuaku..
sebagaimana mereka telah mengasihiku semenjak kecilku..
Ampunkanlah segala dosa-dosanya..
Semoga aku dapat menjadi anak yang sholehah..
yang berbakti kepada kedua orang tua..
Ya Allah lindungilah kedua orangtuaku..kasihi mereka..
cukupkanlah mereka..
semoga Engkau memberi ni'mat sehat..ni'mat iman..ni'mat islam..
semoga dimasa tuanya mereka dapat selalu dekat denganMu..ya Allah..
dalam Do'a panjang mereka ku harap Engkau selalu mengabulkan permohonan mereka..
Amin.
Kutahu apa yang kau inginkan..
Entah kenapa...
Ku tak bisa apa apa...
Ingin ku peluk dirimu...
Tapi ku tak sanggup...
aku tak sanggup...
tak sanggup melihat dirimu merasakan itu sendiri..
dalamnya hatiku hanya bisa menangis..
hanya bisa berdoa..dan mengharap..
semoga Allah Ta'ala dapat meringankan..
menyembuhkan bahkan mengangkat penyakit yang sedang di derita olehmu..
aku sayang padamu..sangat..
Ya..Allah semoga Engkau mengasihi kedua orang tuaku..
sebagaimana mereka telah mengasihiku semenjak kecilku..
Ampunkanlah segala dosa-dosanya..
Semoga aku dapat menjadi anak yang sholehah..
yang berbakti kepada kedua orang tua..
Ya Allah lindungilah kedua orangtuaku..kasihi mereka..
cukupkanlah mereka..
semoga Engkau memberi ni'mat sehat..ni'mat iman..ni'mat islam..
semoga dimasa tuanya mereka dapat selalu dekat denganMu..ya Allah..
dalam Do'a panjang mereka ku harap Engkau selalu mengabulkan permohonan mereka..
Amin.
Kamis, 14 April 2011
RINDU
Hatiku dipenuhi dengan rasa rindu..
Rindu yang sangat menggebu..
oh Aku rindu ya Rabb...
Rindu dengan Mu..
Rindu dengan kekasih Mu...
Rindu Masjid Mu...
Rindu yang sangat menggebu..
oh Aku rindu ya Rabb...
Rindu dengan Mu..
Rindu dengan kekasih Mu...
Rindu Masjid Mu...
Jumat, 15 Oktober 2010
Doa Tahajud
Orang beriman yang benar-benar memahami hakikat kehidupan di dunia tidak akan pernah membiarkan dirinya tenggelam dalam kesenangan sehingga membuat lupa diri. Demikian pula saat mengalami kesedihan, maka ia tidak membiarkan dirinya tenggelam dalam keputus-asaan.
Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)
Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.
Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:
“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)
Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:
Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.
Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.
Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)
Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.
Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.” (HR Muslim)
Terlebih kita tambahkan solat Tahajud, dengan diawali doa yang pnuh hikmah sbb :
Berkata Abu Salamah ibnu Abdurrahman bin Auf: “Aku bertanya kepada Ummul Mu’minin Aisyah: Dengan doa apakah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam membuka sholatnya bila ia bangun malam?” Aisyah menjawab: “Bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bangun malam beliau membuka sholatnya dengan: Allahumma Rabba Jibriila wa Mikaaiila wa Iraafiila Faathiros-samawaati wal ardhi ‘aalimal-ghaibi wasy-syahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiima kaanuu fiihi yakhtalifuuna ihdinii limakhtulifa fiihi minal-haqqi bi-idznika innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraatim-mustaqiim (“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku, dengan seizinMu, pada kebenaran dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki.”) (HR Muslim 1289)
Pertama, doa ini diawali dengan menyeru Allah dengan beberapa atribut muliaNya. Mula-mula si hamba menyebut Allah sebagai Rabb dari tiga malaikat mulia yang masing-masing mempunyai tugas-tugas tertentu yang luar biasa. Yaitu malaikat Jibril yang merupakan panglima alias pimpinan segenap malaikat lainnya. Di samping itu malaikat Jibril juga bertugas mengantarkan wahyu kepada para Rasul Allah. Subhaanallah...! Jadi, kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita seru di tengah malam itu ialah Rabb dari malaikat yang telah mengantarkan wahyu Kitabullah Zabur kepada Nabiyullah Daud ’alihis-salaam, Kitabullah Taurat kepada Nabiyullah Musa ’alihis-salaam, Kitabullah Injil kepada Nabiyullah Isa ’alihis-salaam serta Kitabullah Al-Quran Al-Karim kepada Nabi kita Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ
“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfll...”
Kemudian kita menyeru Allah yang merupakan Rabb malaikat Mikail, yaitu malaikat yang bertugas mengantarkan rizki setiap makhluk ciptaan Allah. Setiap manusia memperoleh rizki, maka malaikat inilah yang bertugas mengantarkan dan memastikan ia sampai kepada manusia tersebut. Bahkan hingga rizki segenap hewan dan tumbuh-tumbuhan.... Semua memperoleh rizkinya berkat izin Allah semata via kurir istimewa malaikat Mikail ini. Subhaanallah...! Jadi, melalui potongan doa ini kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita jadikan tempat mengeluh di tengah malam itu ialah Rabb Pemberi Rizki yang Maha Murah dan bahwa Allah mempunyai malaikat yang bertugas sebagai aparat penyalur rizki yang tidak pernah sesaatpun lalai ataupun malas menjalankan tugasnya...!
Selanjutnya kita memanggil Allah yang merupakan Rabb dari malaikat Israfil, yaitu malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada saatnya sebanyak dua kali. Tiupan pertama pertanda dimulainya peristiwa dahsyat hari Kiamat. Selanjutnya begitu Kiamat tegak maka tidak ada satupun makhluk yang akan dibiarkan Allah masih bernyawa selain malaikat Maut pancabut nyawa. Hingga Allah akan mencabut nyawa malaikat Maut itu dengan tanganNya sendiri. Wallahu’a’lam. Selanjutanya malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua kalinya sebagai pertanda dihidupkan dan dibangkitakannya kembali segenap makhluk dari kuburnya.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ
إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68)
Jadi, melalui potongan doa ini kita diingatkan akan Allah sebagai Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa menetapkan bila akan terjadinya peristiwa dahsyat hari Kiamat. Hari dimana manusia tidak akan sanggup membayangkannya. Hari dimana Allah akan hancurkan segenap alam semesta yang diciptakan dengan tanganNya sendiri atas Kehendaknya sendiri. Kemudian Allah izinkan malaikat Israfil untuk meniup sangkakala sebagai pertanda diawalinya peristiwa dahsyat tersebut. Untuk selanjutnya meniup sangkakala sekali lagi pertanda tegaknya hari berbangkit dimana setiap manusia akan berdiri satu per satu menunggu giliran dirinya diperiksa dan diadili oleh Allah Yang Maha Perkasa, Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Kedua, selanjutnya kita menyeru Allah dalam kaitan sebagai Pencipta langit dan bumi. Artinya, melalui potongan doa ini kita diingatkan betapa kecil dan tidak berdayanya diri ini di hadapan Allah Yang Maha Agung yang telah menciptakan segenap lapisan langit dan bumi beserta segenap isinya. Subhaanallah...! Hal ini diharapkan akan menumbuhkan rasa tunduk dan berserah diri dalam hati menghadapi Allah Dzat yang Maha Kuasa satu-satunya fihak tempat kita menghamba, mengabdi, bergantung dan memohon pertolongan.
فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
.” Wahai Pencipta langit dan bumi.”
Ketiga, kemudian kita menyeru Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata dalam kehidupan ini. Artinya, potongan doa ini menumbuhkan dalam diri bahwa fihak yang kita seru di tengah malam adalah Rabb Yang tidak saja mengetahui segenap perkara yang tampak dan bisa diindera, melainkan juga mengetahui segenap perkara tidak tampak bahkan di luar jangkauan panca indera manusia. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu apa yang sudah, sedang dan akan terjadi dengan segenap rincian kejadiannya. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap perkara baik dalam dimensi yang terjangkau oleh fikiran manusia maupun tidak. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap peristiwa yang dialami makhluk kasar manusia maupun makhluk halus, baik jin maupun malaikat. MasyaAllah...!
عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
”Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata.”
Keempat, kemudian kita bersaksi bahwa Allah merupakan Hakim yang Maha Bijaksana, Maha Adil lagi Maha Baik. Allah memutuskan dengan keputusan terbaik dalam berbagai perkara yang diperselisihkan oleh hamba-hambaNya. Dan kita kaitkan dengan realitas dunia dimana kita saksikan dewasa ini begitu banyak perbedaan pendapat dan perselisihan antara manusia. Baik itu dalam urusan pribadi, perdagangan, politik, sosial, budaya, seni, pendidikan, hukum, militer, antar negara dan lain-lain. Melalui potongan doa ini, kita diingatkan bahwa sebaik-baiknya penyelesaian menghadapi segala perbedaan pendapat dan perselisihan antar sesama manusia ialah dengan mengembalikannya kepada Allah, Wahyu Allah, Kitabullah dan hukum Allah.
أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
”Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan.”
Di antara ciri khas orang beriman ialah saat ia dirundung malang, maka ia segera kembali kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Subhaanahu wa ta’aala. Ia segera mengingatNya (dzikrullah) dan memanggil-Nya. Sebab ia tahu bahwa hanya dengan mengingat dan memanggil Allah sajalah hati akan memperoleh ketenteraman. Tidak ada tempat lain yang patut dijadikan muara pengaduan selain kepada Rabb, Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasa kehidupan ini.
الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
”Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du ayat 28)
Setiap orang pasti pernah mengalami kondisi hidup yang mendatangkan kesedihan. Bahkan kadangkala bila ujian hidup terasa begitu berat ia menjadi penderitaan yang menimbulkan kesedihan sangat mendalam. Barangkali ada yang anaknya -buah hatinya- baru saja berpulang ke Rahmatullah. Atau barangkali seseorang baru saja bercerai dengan pasangan hidupnya. Atau barangkali baru dapat vonis dokter kalau dirinya mengidap penyakit berat. Atau barangkali anak pertamanya lahir dengan ketidak-sempurnaan fisik alias cacat permanen. Apapun keadaannya, yang jelas semua itu merupakan ujian Allah bagi orang beriman. Bila ia lulus menghadapinya, maka derajat imannya akan naik di sisi Allah.
Alhamdulillah kita punya Rasulullah Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang memberikan tuntunan bagaimana seharusnya kita selaku orang beriman berrespon terhadap keadaan sulit dalam hidup di dunia fana ini. Beliau mengajarkan sebuah do’a bagi siapapun yang menderita kesedihan mendalam.
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Doa orang yang sedang menderita (kesedihan yang mendalam) ialah:
“Ya Allah, RahmatMu aku harapkan, janganlah Engkau serahkan segala urusanku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR Abu Dawud)
Dari do’a ini sekurangnya ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik:
Pertama, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengarahkan orang yang menderita kesedihan mendalam agar hanya dan hanya mengharapkan rahmat (kasih-sayang) Allah. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan ummatnya agar senantiasa kembali kepada Allah sebelum segala sesuatunya. Sebab betapapun keadaan sulit yang dihadapi seseorang, namun jika dirinya masih dirahmati Allah berarti ia masih dikategorikan sebagai orang yang beruntung. Alangkah ruginya seseorang yang berhasil meraih berbagai kesuksesan duniawi namun dirinya jauh dari rahmat (kasih-sayang) Allah. Alangkah tertipunya orang yang berhasil mendapat simpati bahkan pujian manusia banyak namun Allah tidak mencurahkan rahmat-Nya kepada dirinya.
Kedua, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengajarkan kita untuk selalu bertawakkal hanya kepada Allah semata dalam semua urusan dan situasi kehidupan. Jangan hendaknya seseorang menyerahkan urusan dan persoalan hidupnya kepada dirinya sendiri atau kepada manusia lain. Sebab tidak ada manusia yang menguasai taqdir hidup dirinya sendiri apalagi orang lain. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah hidup kita dari suatu keadaan kepada keadaan lainnya. Allah sajalah Yang Maha Kuasa untuk mengubah taqdir seseorang. Oleh karenanya kita disuruh berdo’a kepada Allah. Jika do’a kita diperkenankan oleh Allah, maka sangat mungkin taqdir kita berubah. Mohonlah kepada Allah agar segala urusan kita diperbaiki-Nya.
Ketiga, kita disuruh mengulang kembali ikrar Tauhid Laa ilaaha illa Allah. Sebab dengan kita mengulang kembali komitmen fundamental ini, maka Allah akan memandang kita sebagai seorang mu’min yang memahami sepenuhnya ucapan dalam sholat kita yang berbunyi:
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
”Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah ayat 4)
Saudaraku, marilah kita menghibur diri di kala sedih dengan jalan terbaik, yaitu mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Marilah kita biasakan membaca do’a yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ajarkan. Semoga dengan demikian Allah benar-benar akan mendatangkan ketenteraman bagi kita bersama. Selain itu, mudah-mudahan Allah akan memberi solusi terbaik saat kita menghadapi berbagai ujian kehidupan dunia yang fana ini.
Elok kiranya bila dalam rangka mengharapkan agar do’a kita lebih mungkin dikabulkan Allah, maka kita perbanyak membaca do’a pelipur lara ini ketika kita sedang dalam keadaan bersujud, khususnya ketika sujud terakhir dalam sholat-sholat sunnah kita. Sebab Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
“Sedekat-dekatnya hamba kepada Rabbnya ialah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah do’a.” (HR Muslim)
Terlebih kita tambahkan solat Tahajud, dengan diawali doa yang pnuh hikmah sbb :
Berkata Abu Salamah ibnu Abdurrahman bin Auf: “Aku bertanya kepada Ummul Mu’minin Aisyah: Dengan doa apakah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam membuka sholatnya bila ia bangun malam?” Aisyah menjawab: “Bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bangun malam beliau membuka sholatnya dengan: Allahumma Rabba Jibriila wa Mikaaiila wa Iraafiila Faathiros-samawaati wal ardhi ‘aalimal-ghaibi wasy-syahaadati anta tahkumu baina ‘ibaadika fiima kaanuu fiihi yakhtalifuuna ihdinii limakhtulifa fiihi minal-haqqi bi-idznika innaka tahdii man tasyaa-u ilaa shiraatim-mustaqiim (“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata. Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku, dengan seizinMu, pada kebenaran dalam perkara yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Engkau menunjukkan jalan yang lurus bagi orang-orang yang Engkau kehendaki.”) (HR Muslim 1289)
Pertama, doa ini diawali dengan menyeru Allah dengan beberapa atribut muliaNya. Mula-mula si hamba menyebut Allah sebagai Rabb dari tiga malaikat mulia yang masing-masing mempunyai tugas-tugas tertentu yang luar biasa. Yaitu malaikat Jibril yang merupakan panglima alias pimpinan segenap malaikat lainnya. Di samping itu malaikat Jibril juga bertugas mengantarkan wahyu kepada para Rasul Allah. Subhaanallah...! Jadi, kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita seru di tengah malam itu ialah Rabb dari malaikat yang telah mengantarkan wahyu Kitabullah Zabur kepada Nabiyullah Daud ’alihis-salaam, Kitabullah Taurat kepada Nabiyullah Musa ’alihis-salaam, Kitabullah Injil kepada Nabiyullah Isa ’alihis-salaam serta Kitabullah Al-Quran Al-Karim kepada Nabi kita Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.
اللَّهُمَّ رَبَّ جَبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ
“Ya Allah, Rabb Jibril, Mikail dan Israfll...”
Kemudian kita menyeru Allah yang merupakan Rabb malaikat Mikail, yaitu malaikat yang bertugas mengantarkan rizki setiap makhluk ciptaan Allah. Setiap manusia memperoleh rizki, maka malaikat inilah yang bertugas mengantarkan dan memastikan ia sampai kepada manusia tersebut. Bahkan hingga rizki segenap hewan dan tumbuh-tumbuhan.... Semua memperoleh rizkinya berkat izin Allah semata via kurir istimewa malaikat Mikail ini. Subhaanallah...! Jadi, melalui potongan doa ini kita seolah diingatkan bahwa Allah yang kita jadikan tempat mengeluh di tengah malam itu ialah Rabb Pemberi Rizki yang Maha Murah dan bahwa Allah mempunyai malaikat yang bertugas sebagai aparat penyalur rizki yang tidak pernah sesaatpun lalai ataupun malas menjalankan tugasnya...!
Selanjutnya kita memanggil Allah yang merupakan Rabb dari malaikat Israfil, yaitu malaikat yang bertugas meniup sangkakala pada saatnya sebanyak dua kali. Tiupan pertama pertanda dimulainya peristiwa dahsyat hari Kiamat. Selanjutnya begitu Kiamat tegak maka tidak ada satupun makhluk yang akan dibiarkan Allah masih bernyawa selain malaikat Maut pancabut nyawa. Hingga Allah akan mencabut nyawa malaikat Maut itu dengan tanganNya sendiri. Wallahu’a’lam. Selanjutanya malaikat Israfil akan meniup sangkakala kedua kalinya sebagai pertanda dihidupkan dan dibangkitakannya kembali segenap makhluk dari kuburnya.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ
إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
”Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).” (QS Az-Zumar ayat 68)
Jadi, melalui potongan doa ini kita diingatkan akan Allah sebagai Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa menetapkan bila akan terjadinya peristiwa dahsyat hari Kiamat. Hari dimana manusia tidak akan sanggup membayangkannya. Hari dimana Allah akan hancurkan segenap alam semesta yang diciptakan dengan tanganNya sendiri atas Kehendaknya sendiri. Kemudian Allah izinkan malaikat Israfil untuk meniup sangkakala sebagai pertanda diawalinya peristiwa dahsyat tersebut. Untuk selanjutnya meniup sangkakala sekali lagi pertanda tegaknya hari berbangkit dimana setiap manusia akan berdiri satu per satu menunggu giliran dirinya diperiksa dan diadili oleh Allah Yang Maha Perkasa, Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Kedua, selanjutnya kita menyeru Allah dalam kaitan sebagai Pencipta langit dan bumi. Artinya, melalui potongan doa ini kita diingatkan betapa kecil dan tidak berdayanya diri ini di hadapan Allah Yang Maha Agung yang telah menciptakan segenap lapisan langit dan bumi beserta segenap isinya. Subhaanallah...! Hal ini diharapkan akan menumbuhkan rasa tunduk dan berserah diri dalam hati menghadapi Allah Dzat yang Maha Kuasa satu-satunya fihak tempat kita menghamba, mengabdi, bergantung dan memohon pertolongan.
فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
.” Wahai Pencipta langit dan bumi.”
Ketiga, kemudian kita menyeru Allah Yang Maha Tahu perkara ghaib maupun nyata dalam kehidupan ini. Artinya, potongan doa ini menumbuhkan dalam diri bahwa fihak yang kita seru di tengah malam adalah Rabb Yang tidak saja mengetahui segenap perkara yang tampak dan bisa diindera, melainkan juga mengetahui segenap perkara tidak tampak bahkan di luar jangkauan panca indera manusia. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu apa yang sudah, sedang dan akan terjadi dengan segenap rincian kejadiannya. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap perkara baik dalam dimensi yang terjangkau oleh fikiran manusia maupun tidak. Allah ialah Dzat Yang Maha Tahu segenap peristiwa yang dialami makhluk kasar manusia maupun makhluk halus, baik jin maupun malaikat. MasyaAllah...!
عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
”Wahai Rabb yang mengetahui hal-hal yang ghaib dan nyata.”
Keempat, kemudian kita bersaksi bahwa Allah merupakan Hakim yang Maha Bijaksana, Maha Adil lagi Maha Baik. Allah memutuskan dengan keputusan terbaik dalam berbagai perkara yang diperselisihkan oleh hamba-hambaNya. Dan kita kaitkan dengan realitas dunia dimana kita saksikan dewasa ini begitu banyak perbedaan pendapat dan perselisihan antara manusia. Baik itu dalam urusan pribadi, perdagangan, politik, sosial, budaya, seni, pendidikan, hukum, militer, antar negara dan lain-lain. Melalui potongan doa ini, kita diingatkan bahwa sebaik-baiknya penyelesaian menghadapi segala perbedaan pendapat dan perselisihan antar sesama manusia ialah dengan mengembalikannya kepada Allah, Wahyu Allah, Kitabullah dan hukum Allah.
أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
”Engkau yang menghukumi (memutuskan) di antara hamba-hambaMu dalam perkara yang mereka perselisihkan.”
Kamis, 13 Mei 2010
Aku Ingin Jadi Orang Biasa Yang Sederhana
Ini bukanlah puisi, tapi sekedar renungan dari gelisahnya hati, tentang harta pinjaman yang Allah titipkan pada kami ..
Apalagi yang harus dicari di dunia, selain mempersiapkan bekal menuju kesana?
Aku takut berlimpahnya harta akan menyilaukan mata dan hatiku.
Takut nyamannya rumah dan kendaraan membuatku tak lagi mampu meletakkan harta di tangan, tapi telah jauh meracuni hatiku.
Dan aku sungguh takut dengan ujian harta ini.
Aku bukan tak ingin kaya.
Juga tak ingin hidup miskin.
Aku hanya ingin memilih selalu hidup sederhana.
Aku ingin menjadi orang biasa.
Biarlah rumah kami begini, apa adanya, asal keluargaku dapat berteduh dan beristirahat, terhindar dari panasnya matahari dan basahnya hujan. Rumah model kampung dan tak mengikuti tren arsitektur terbaru. Tak harus mewah, tak harus terlihat indah dan artistik.
Aku malu pada Rasul yang hanya tidur di atas tikar kasar tiap harinya, sementara di rumahku tersedia kasur spring bed yang kadang terlalu memanjakan penggunanya sehingga terlambat sholat berjamaah.
Aku malu pada Syekh Ali Ghuraisyah, yang hanya menjadikan krak botol minuman yang ditutup sehelai kain lusuh untuk meja dan kursi tamunya. Sementara di rumahku ada beberapa kursi, meskipun kuno dan bukan sofa, yang cukup enak diduduki.
Aku malu pada Usamah Bin Ladin, yang tak memiliki satu buah furnitur pun di rumah keempat istrinya, sementara untuk amal sosial dengan mudah dia akan mengeluarkan cek senilai ratusan juta dollar.
Mereka bukan orang miskin, tapi mereka adalah orang-orang yang memilih untuk hidup sederhana.
Biarlah kendaraan kami biasa saja, sepeda motor yang sudah cukup berumur dan mobil kuno 1990-an yang sudah berkarat di beberapa sisinya. Asal dengan itu telah mampu membantuku beraktivitas dan menghemat banyak hal dalam perjalanan.
Aku malu pada Rasul dan Abu Bakar, yang menempuh perjalanan Makkah-Madinah dengan berjalan kaki, padahal mudah bagi beliau untuk meminta diperjalankan oleh Allah dengan Buraq sekalipun.
Aku malu pada Syekh Hasan Al-Banna & Syaikh Umar Tilmisani, yang lebih memilih naik kereta kelas ekonomi untuk berdakwah di seantero Mesir, meski secara finansial sangat mampu untuk naik kereta kelas di atasnya.
Aku malu pada pemuda Taufiq Wa’i, yang tak mau hanya sekedar naik taxi seperti saran bunda Zainab Al-Ghazali, karena khawatir tak mampu menyikapi fasilitas itu dengan benar.
Biarlah kemana-mana aku ingin naik angkutan umum kelas ekonomi, selagi fisik mampu diajak berkompromi. Bukan naik taxi atau kelas eksekutif. Bukan karena sayang mengeluarkan uang, tapi sungguh bersama orang-orang berbagai tipe di kelas ekonomi itu, banyak pelajaran yang dapat kuambil, dan itu mampu melembutkan hati.
Biarlah aku memiliki baju secukupnya saja, tak harus mengikuti model terbaru. Yang penting masih utuh dipakai dan cukup pantas dilihat orang. Aku takut menjadi penganut paham materialis, berburu berbagai koleksi baju, kerudung, tas, alat tulis, perlengkapan elektronik... bukan karena perlu tapi hanya sekedar ingin.
Aku malu pada khalifah kelima, Umar bn Abdul Aziz, yang setelah menjadi khalifah justru memilih jenis pakaian yang paling kasar dan paling murah pada pedagang yang sama, hingga membat takjub si pedagang karena sebelumnya sang Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan penampilan.
Aku bahagia, saat melihat pak NN dengan istri dan ke-6 anaknya yang kecil-kecil dapat berteduh di salah satu rumah kami tanpa bayar sejak 8 tahun lalu. Jujur, melihat kehidupan perekonomian mereka yang makin membaik, kadang tergoda untuk mulai menerapkan prinsip ’profesional’ dengan perjanjian sewa.
Tapi, Astaghfirul-Lah.. kembali kutepis keinginan itu. Mungkin, justru lewat wasilah doa-doa tulus pak NN-lah, Allah selalu memberikan rezki yang berlebih padaku dan keluarga. Ya Rabb, biarkanlah rumah itu menjadi ladang amal pintu pembuka rahmatMu bagi kami.
Aku bahagia, meski piutang-piutang kami untuk berbagai keperluan pada beberapa orang tak kunjung terbayarkan sampai berbilang tahun bahkan berpuluh tahun. Aku pun tak ingat lagi persis jumlah nominalnya. Aku percaya, mereka semua bukan tak mau membayar, tapi belum mampu membayar.
Tentu mereka malu untuk tiap waktu hanya menghubungi lalu mohon maaf dan meminta penangguhan waktu pembayaran. Mereka juga manusia, yang memiliki izzah. Biarlah, mungkin mereka butuh waktu. Mungkin Allah sedang mengajarkan arti ikhlas pada kami. Biarlah, kalau memang ternyata sampai nanti pun tak mampu terbayarkan, Allah yang akan menggantinya dengan yang lebih baik. Insya Allah....
Bahkan, mungkin dari mulut-mulut merekalah, teman-teman yangn membutuhkan itu, meluncur doa-doa ikhlas untuk kami sekeluarga, yang langsung didengar Allah di Arsy sana, hingga Allah berikan kemudahan rizki pada kami.
Aku ingat, salah seorang teman yang sudah cukup lama berhutang sekian juta, demi mengetahui bahwa aku akan menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu, dia mengirim sms: "Semoga hajimu mabrur ya Ning. Jangan lupa aku titip doa, doakan aku agar semua masalahku terangkat, kehidupanku menjadi lebih baik, dan aku dapat segera menunaikan kewajibanku pada kalian yang sudah tertunda sekian tahun.
Aku malu sebetulnya bicara begini. Tapi aku tahu, kalian bisa menerima dengan lapang".
Hiks, sungguh aku terharu dan menetes air mataku membaca sms itu.
Ya Allah, Alhamdulillah
telah Kau berikan rizki padaku dan keluargaku, lebih dari yang kami butuhkan.
telah Kau karuniai aku dengan suami sholeh, yang selalu mengingatkanku tentang amanah harta dan anak.
telah Kau anugerahi aku anak-anak soleh solehah yang mampu menjadi penyejuk hati.
telah Kau berikan padaku ilmu yang mempermudahkanku menjemput rizkiMu
Ya Allah, mudahkanlah kami untuk selalu berbagi, melalui rizki yang Kau titipkan pada kami.
Hindarkan dari hati kami orientasi selalu mencari keuntungan duniawi.
Ijinkan dan biarkanlah sebanyak mungkin orang dapat ikut menikmati rizki ini.
Kami ingin setiap rupiah yang mengalir lewat tangan kami, juga bermanfaat untuk saudara-saudara kami.
Sayup-sayup, kudengar refrain nasyid Antara Dua Cinta-nya Raihan
Tuhan, leraikanlah dunia
yang mendiam di dalam hatiku
karena disitu tidak ku mampu
mengumpul dua cinta
Hanya cintaMu, kuharap tumbuh
diibajai bangkai dunia yang kubunuh ...
Oleh Mukti Amini
Apalagi yang harus dicari di dunia, selain mempersiapkan bekal menuju kesana?
Aku takut berlimpahnya harta akan menyilaukan mata dan hatiku.
Takut nyamannya rumah dan kendaraan membuatku tak lagi mampu meletakkan harta di tangan, tapi telah jauh meracuni hatiku.
Dan aku sungguh takut dengan ujian harta ini.
Aku bukan tak ingin kaya.
Juga tak ingin hidup miskin.
Aku hanya ingin memilih selalu hidup sederhana.
Aku ingin menjadi orang biasa.
Biarlah rumah kami begini, apa adanya, asal keluargaku dapat berteduh dan beristirahat, terhindar dari panasnya matahari dan basahnya hujan. Rumah model kampung dan tak mengikuti tren arsitektur terbaru. Tak harus mewah, tak harus terlihat indah dan artistik.
Aku malu pada Rasul yang hanya tidur di atas tikar kasar tiap harinya, sementara di rumahku tersedia kasur spring bed yang kadang terlalu memanjakan penggunanya sehingga terlambat sholat berjamaah.
Aku malu pada Syekh Ali Ghuraisyah, yang hanya menjadikan krak botol minuman yang ditutup sehelai kain lusuh untuk meja dan kursi tamunya. Sementara di rumahku ada beberapa kursi, meskipun kuno dan bukan sofa, yang cukup enak diduduki.
Aku malu pada Usamah Bin Ladin, yang tak memiliki satu buah furnitur pun di rumah keempat istrinya, sementara untuk amal sosial dengan mudah dia akan mengeluarkan cek senilai ratusan juta dollar.
Mereka bukan orang miskin, tapi mereka adalah orang-orang yang memilih untuk hidup sederhana.
Biarlah kendaraan kami biasa saja, sepeda motor yang sudah cukup berumur dan mobil kuno 1990-an yang sudah berkarat di beberapa sisinya. Asal dengan itu telah mampu membantuku beraktivitas dan menghemat banyak hal dalam perjalanan.
Aku malu pada Rasul dan Abu Bakar, yang menempuh perjalanan Makkah-Madinah dengan berjalan kaki, padahal mudah bagi beliau untuk meminta diperjalankan oleh Allah dengan Buraq sekalipun.
Aku malu pada Syekh Hasan Al-Banna & Syaikh Umar Tilmisani, yang lebih memilih naik kereta kelas ekonomi untuk berdakwah di seantero Mesir, meski secara finansial sangat mampu untuk naik kereta kelas di atasnya.
Aku malu pada pemuda Taufiq Wa’i, yang tak mau hanya sekedar naik taxi seperti saran bunda Zainab Al-Ghazali, karena khawatir tak mampu menyikapi fasilitas itu dengan benar.
Biarlah kemana-mana aku ingin naik angkutan umum kelas ekonomi, selagi fisik mampu diajak berkompromi. Bukan naik taxi atau kelas eksekutif. Bukan karena sayang mengeluarkan uang, tapi sungguh bersama orang-orang berbagai tipe di kelas ekonomi itu, banyak pelajaran yang dapat kuambil, dan itu mampu melembutkan hati.
Biarlah aku memiliki baju secukupnya saja, tak harus mengikuti model terbaru. Yang penting masih utuh dipakai dan cukup pantas dilihat orang. Aku takut menjadi penganut paham materialis, berburu berbagai koleksi baju, kerudung, tas, alat tulis, perlengkapan elektronik... bukan karena perlu tapi hanya sekedar ingin.
Aku malu pada khalifah kelima, Umar bn Abdul Aziz, yang setelah menjadi khalifah justru memilih jenis pakaian yang paling kasar dan paling murah pada pedagang yang sama, hingga membat takjub si pedagang karena sebelumnya sang Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan penampilan.
Aku bahagia, saat melihat pak NN dengan istri dan ke-6 anaknya yang kecil-kecil dapat berteduh di salah satu rumah kami tanpa bayar sejak 8 tahun lalu. Jujur, melihat kehidupan perekonomian mereka yang makin membaik, kadang tergoda untuk mulai menerapkan prinsip ’profesional’ dengan perjanjian sewa.
Tapi, Astaghfirul-Lah.. kembali kutepis keinginan itu. Mungkin, justru lewat wasilah doa-doa tulus pak NN-lah, Allah selalu memberikan rezki yang berlebih padaku dan keluarga. Ya Rabb, biarkanlah rumah itu menjadi ladang amal pintu pembuka rahmatMu bagi kami.
Aku bahagia, meski piutang-piutang kami untuk berbagai keperluan pada beberapa orang tak kunjung terbayarkan sampai berbilang tahun bahkan berpuluh tahun. Aku pun tak ingat lagi persis jumlah nominalnya. Aku percaya, mereka semua bukan tak mau membayar, tapi belum mampu membayar.
Tentu mereka malu untuk tiap waktu hanya menghubungi lalu mohon maaf dan meminta penangguhan waktu pembayaran. Mereka juga manusia, yang memiliki izzah. Biarlah, mungkin mereka butuh waktu. Mungkin Allah sedang mengajarkan arti ikhlas pada kami. Biarlah, kalau memang ternyata sampai nanti pun tak mampu terbayarkan, Allah yang akan menggantinya dengan yang lebih baik. Insya Allah....
Bahkan, mungkin dari mulut-mulut merekalah, teman-teman yangn membutuhkan itu, meluncur doa-doa ikhlas untuk kami sekeluarga, yang langsung didengar Allah di Arsy sana, hingga Allah berikan kemudahan rizki pada kami.
Aku ingat, salah seorang teman yang sudah cukup lama berhutang sekian juta, demi mengetahui bahwa aku akan menunaikan ibadah haji beberapa tahun lalu, dia mengirim sms: "Semoga hajimu mabrur ya Ning. Jangan lupa aku titip doa, doakan aku agar semua masalahku terangkat, kehidupanku menjadi lebih baik, dan aku dapat segera menunaikan kewajibanku pada kalian yang sudah tertunda sekian tahun.
Aku malu sebetulnya bicara begini. Tapi aku tahu, kalian bisa menerima dengan lapang".
Hiks, sungguh aku terharu dan menetes air mataku membaca sms itu.
Ya Allah, Alhamdulillah
telah Kau berikan rizki padaku dan keluargaku, lebih dari yang kami butuhkan.
telah Kau karuniai aku dengan suami sholeh, yang selalu mengingatkanku tentang amanah harta dan anak.
telah Kau anugerahi aku anak-anak soleh solehah yang mampu menjadi penyejuk hati.
telah Kau berikan padaku ilmu yang mempermudahkanku menjemput rizkiMu
Ya Allah, mudahkanlah kami untuk selalu berbagi, melalui rizki yang Kau titipkan pada kami.
Hindarkan dari hati kami orientasi selalu mencari keuntungan duniawi.
Ijinkan dan biarkanlah sebanyak mungkin orang dapat ikut menikmati rizki ini.
Kami ingin setiap rupiah yang mengalir lewat tangan kami, juga bermanfaat untuk saudara-saudara kami.
Sayup-sayup, kudengar refrain nasyid Antara Dua Cinta-nya Raihan
Tuhan, leraikanlah dunia
yang mendiam di dalam hatiku
karena disitu tidak ku mampu
mengumpul dua cinta
Hanya cintaMu, kuharap tumbuh
diibajai bangkai dunia yang kubunuh ...
Oleh Mukti Amini
Hidayah Milik Allah
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saudaraku yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?
Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).
Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.
Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”
Dari hal ini, sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).
Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?
Cara Menggapai Hidayah.
Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:
1. Bertauhid
Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am: 82).
2. Taubat kepada Allah
Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”. (QS. Ar-Ra’d: 27).
3. Belajar agama
Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama”. (HR Bukhori)
4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang
Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.”
(An-nisa: 66-68).
5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya
Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus”. (QS. Al-Isra:9).
6. Berpegang teguh kepada agama Allah
Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).
7. Mengerjakan sholat
Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat al-baqoroh yang artinya “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”
Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).
8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
Allah berfirman yang artinya “Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:72).
Ibnu katsir menafsiri ayat ini, “Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “
Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah. Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum’atnya “Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin. Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.
Untuk Lebih lengkapnya silakan baca masuk kesini:
http://www.facebook.com/l/cab08;buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hidayah-milik-allah
Saudaraku yang semoga dirahmati Allah Ta’ala, mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?
Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah. Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).
Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.
Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”
Dari hal ini, sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).
Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?
Cara Menggapai Hidayah.
Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:
1. Bertauhid
Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am: 82).
2. Taubat kepada Allah
Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”. (QS. Ar-Ra’d: 27).
3. Belajar agama
Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama”. (HR Bukhori)
4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang
Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka), dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.”
(An-nisa: 66-68).
5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya
Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus”. (QS. Al-Isra:9).
6. Berpegang teguh kepada agama Allah
Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).
7. Mengerjakan sholat
Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat al-baqoroh yang artinya “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”
Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).
8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
Allah berfirman yang artinya “Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:72).
Ibnu katsir menafsiri ayat ini, “Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “
Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah. Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum’atnya “Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin. Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi washahbihi ajma’in.
Untuk Lebih lengkapnya silakan baca masuk kesini:
http://www.facebook.com/l/cab08;buletin.muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hidayah-milik-allah
Kamis, 29 April 2010
Apa Pantas Berharap Surga?
Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.
Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan, "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan." Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?
Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.
Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tandaorang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yangsempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, sedang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?
Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.
Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan isteri-isteri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.
Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah Indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?
Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?
Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan…
Astaghfirullaah...
http://www.eramuslim.com
Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan, "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan." Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?
Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.
Baca Qur'an sesempatnya, itu pun tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tandaorang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yangsempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, sedang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?
Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.
Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh. Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan. Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum? Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?
Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan isteri-isteri beliau yang lain. Juga bukan semata teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.
Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.
Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana. Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?
Wajah Indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?
Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah. Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?
Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang sejak kecil tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu. Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan…
Astaghfirullaah...
http://www.eramuslim.com
Langganan:
Postingan (Atom)